Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Khawatir Elpiji 3 Kilogram Mulai Langka

Masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bolmong.

Penulis: Maickel Karundeng | Editor: Lodie_Tombeg

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bolmong mengantisipasi kelangkaan liquefied petroleum gas (LPG/elpiji) 3 kilogram menjelang Idul Fitri.

"Saya berharap tidak terjadi kelangkaan LPG menjelang Idul Fitri," ucap Roslin, satu di antara ibu rumah tangga di Lolak kepada Tribun Manado, Sabtu (2/7).

Menurutnya, sudah menjadi kebisaan saat bulan ramadan dan menjelang Idul Fitri terjadi kelangkaan barang kebutuhan pokok, termasuk LPG. Sehingga, saat ingin membeli kebutuhan pokok tersebut terjadi kenaikan harga yang sangat fantastis.

"Saya berharap kepada pemerintah untuk secepatnya mengantisipasi jika terjadi kelangkaan agar harganya tidak melonjak naik," kata Roslin.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Bolmong, Kartina Mokoginta, mengatakan, pemerintah telah menambah pasokan LPG.

Kata dia, jika sebelumnya pasokan hanya 1.120 tabung per hari, maka saat ramadan menjadi 2.240 tabung per hari atau ketambahan 1.120 tabung. "Pasokan yang ditambah adalah dua kali lipat. Kita pastikan tidak ada kekurangan LPG menjelang ramadan maupun sesudahnya," ujar Kartina.

Ribuan tabung LPG tersebut akan disuplai kepada dua agen di Bolmong. Harga jualnya mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 18 ribu per tabung. "Jika agen tidak mengikuti HET, maka akan dikenakan sanksi hingga pencabutan izin. Memang harga di warung atau pengecer memang bervariasi tapi tidak terlalu jauh dengan harga yang dibeli di agen karena mempertimbangkan jarak. Harga di pengecer berkisaran Rp 20 ribu per tabung," kata Kartina.

"Saya mendengar memang di pasaran terjadi seperti itu, makanya saya sudah menyampaikan kepada bawahan untuk melakukan pemantauan langsung dan menelusuri," kata Mokoginta.

Terpisah Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag, Bambang
Utoyo Adati, mengatakan, bahwa berdasarkan amatannya di beberapa tempat penjualan LPG 3 kg mulai kekurangan stok.

"Saya sempat bertanya kepada penjual dalam ini agen bahwa harga tetap stabil, tapi adanya pengurangan LPG. Jika biasa pesan 100 tabung, kini hanya 50 tabung saja," katanya. "Bisa saja mulai terjadi penimbunan tabung makanya perlu dipantau," kata Bambang. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved