Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Belum Ditemukan Vaksin Palsu di Manado

Octefien Mampow, mengatakan BPOM Manado memastikan sampai saat ini, belum menemukan ada vaksin palsu.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Vaksin palsu khusus balita yang disita pnyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manado dan Dinkes Sulut membentuk tim dan turun lapangan melakukan pengambilan sampel vaksin yang beredar di tengah masyarakat.

Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen BPOM Manado, Octefien Mampow, mengatakan BPOM Manado memastikan sampai saat ini, belum menemukan ada vaksin palsu.

"Kami sudah turun dan ambil sampel, hasilnya itu (vaksin palsu) belum ditemukan," ujarnya, Rabu kemarin.

Tim gabungan BPOM-Dinkes melakukan pemeriksaan di berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, puskesmas hingga perusahan besar farmasi (PBF) untuk melakukan pengambilan sampel.

"Kami hanya melakukan di jalur-jalur resmi, untuk dokter praktik itu menjadi kewenangan instansi teknis di daerah," ujar dia.

Jenis vaksin yang menjadi sasaran periksa adalah pentabio, polio, BCG, tetanus, campak dan hepatitis B. Tambahnya, Teknis pemeriksaan menurut dia adalah pertama dengan identifikasi label dulu. Label kemasan vaksin palsu biasanya agak pudar. Juga tidak ada tulisan Sanofi Pasteur yaitu perusahan pengembang vaksin di Indonesia.

"Biasanya efek vaksin palsu tidak memberikan kekebalan atau imunitas pada penggunanya," ujarnya

Kepala Dinkes Sulut dr Jemmy Lampus yang dihubungi mengaku, saat ini dia bersama tim tengah melakukan pemeriksaan lapangan di Kotamobagu.

Sementara Kepala Dinkes Manado juga melakukan sidak ke beberapa apotek untuk mengecek heboh vaksin palsu, Rabu (29/7).

Dalam sidak ini tim Dinkes belum menemukan vaksin palsu tersebut. Kepala Dinkes Manado Robby Motoh mengimbau, agar masyarakat membawa anak ke puskesmas, ketimbang vaksin langsung kepada dokter praktek. Sebab vaksin yang masuk puskesmas adalah asli. "Ini cara terbaik agar anak tetap sehat," kata Motoh.

Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut menekan dinas terkait untuk melaksanakan tugas dan tangung jawabnya secara maksimal. "Saya mendorong mereka untuk bekerja, jangan tunggu ada korban," kata Vicky.

Polda Melidik

Kepolisian Daerah Sulawesi Utara turun tangan terkait peredaran vaksin palsu yang meresahkan belakangan ini.

Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung telah memerintahkan Direktorat Kriminal Khusus dalam hal ini Tindak Pidana Tertentu untuk melakukan penyelidikan.

"Saya sudah perintahkan Kasubdit Tipidter AKBP Iwan Manurung untuk lakukan penyelidikan. Sampai saat ini belum ada laporan, saya masih menunggu," ujarnya saat diwawancarai Tribun Manado, Rabu (29/6) kemarin. (Tribun Manado/lix/ven/fin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved