Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Pinaesaan Mengadu ke Camat

Konstelasi politik jelang pelaksanaan pemilihan hukum tua serentak di Minahasa memanas.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Konstelasi politik jelang pelaksanaan pemilihan hukum tua serentak di Minahasa memanas. Banyak riak yang mulai bermuculan. Seperti yang terjadi di Desa Pinaesaan, Kecamatan Tompaso Barat, Rabu (29/6).

Beberapa warga di desa itu protes terhadap keputusan Ketua Panitia Pemilihan Hukum Tua yang menganulir dua bakal calon hukum tua. Beberapa calon itu menyampaikan aspirasi mereka ke Camat Tompaso Barat.

Warga yang protes tersebut langsung dipertemukan dengan Panitia Pilhut Desa Pinaesaan dan berdialog. Warga menuding Panitia Pilhut tidak netral dengan menggugurkan dua bakal calon tersebut.

"Apa yang dilakukan panitia sudah melanggar aturan dan sudah keterlaluan, lantaran sengaja tidak membawa dokumen pendaftaran dua bakal calon tersebut ke Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Minahasa. Dengan kata lain melakukan sabotase," kata Meity Langi, warga Pinaesaan.

Namun jawaban berbeda dilontarkan Panitia Pilhut yang berdalih bahwa mereka sudah membawa dokumen semua bakal calon kumtua termasuk dua bakal calon yang dianulir tersebut.

"Tapi beberapa kali ditolak oleh Panitia Kabupaten," kata Novri Rumagit, Ketua Panitia Pilhut Pinaesaan.

Saat terus dipojokkan akhirnya, dia mengakui bahwa dokumen dua bakal calon tersebut tidak dimasukkan. "Kami menganulir berkas dua bakal calon tersebut sudah sesuai aturan yang didapat dari bimbingan teknis beberapa waktu lalu," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, warga juga mengeluhkan bahwa nama mereka dicoret dari data pemilih padahal mereka adalah warga Pinaesaan yang berhak memilih.

Masalah tersebut, menurut Camat Tompaso Barat, Meike Rantung, akan dilaporkan ke Asisten I Pemkab Minahasa yang juga adalah Ketua Panitia Pilhut Kabupaten. "Kami akan pertemukan semuanya dari bakal calon, Panitia Pilhut Pinaesaan dan Panitia Kabupaten untuk mencari solusinya," kata dia.

Denny Mangala, Asisten I Pemkab Minahasa mengaku sudah mendengar dan menerima laporan permasalahan tersebut dan segera menindaklanjutinya. "Kami akan fasilitasi dan duduk bersama untuk mencari tahu persoalannya, besok kita panggil," kata dia. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved