Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perahu Nelayan Hilang Ditelan Ombak

Bencana alam mengincar Minahasa Selatan. Ombak besar yang menghantam pesisir daerah ini mengakibatkan kerusakan.

Penulis: | Editor: Lodie_Tombeg

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Bencana alam mengincar Minahasa Selatan. Ombak besar yang menghantam pesisir daerah ini mengakibatkan kerusakan. Perahu nelayan rusak bahkan hilang terseret arus laut.

Cuaca ekstrem ditandai hujan deras dan angin kencang juga mengakibatkan pepohonan di jalan Boulevard Amurang tumbang.

Di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, ombak besar yang terjadi pada Senin malam menyebabkan beberapa perahu milik nelayan rusak.

Demikian diungkapkan Jefry Mamesa, warga Sapa. "Akibat ombak yang tinggi semalam, satu perahu saya rusak total," ujarnya. Dia mengaku kerugian yang ditanggung Rp 8 jutaan. Tak hanya Jefry, berdasarkan data yang dihimpun Tribun Manado, satu perahu nelayan lainnya hilang dan tiga lainnya rusak ringan.

Serupa terjadi di Amurang. Gelombang laut yang menghantam teluk Amurang menyebabkan kerugian bagi Stefen Sasela, yang berprofesi sebagai nelayan karena hantaman ombak. Satu unit perahu fiber glas, motor 40 PK, 15 PK miliknya hancur bekeping-keping.

Pantauan Tribun Manado, pada Selasa (21/6) pagi, gelombang laut cukup tinggi diikuti hujan. Di kawasan Boulevard, ombak yang besar menghantam tanggul di sepanjang tepi pantai. Diperkirakan tinggi gelombang mencapai 6 meter. Percikan ombak bahkan hingga keluar tanggul.

Sejumlah pohon yang ditanam roboh dan membuat bekas galian proyek jalan Boulevard berlumpur. Satu per satu mobil truk mengangkut pohon-pohon yang tumbang. Jefry berharap agar dinas terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberi bantuan kepada para nelayan. "Semoga pemerintah segera turun ke desa-desa membantu para nelayan," katanya. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved