Polres Minsel Siaga Pasca-pembunuhan di Kecamatan Ranoyapo

Ratusan personil polisi masih berjaga-jaga di daerah Kecamatan Ranoyapo Minahasa Selatan (Minsel) pasca peristiwa pembunuhan

Polres Minsel Siaga Pasca-pembunuhan di Kecamatan Ranoyapo
IST
Tersangka pembunuhan di Ranoyapo 

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG- Ratusan personil polisi masih berjaga-jaga di daerah Kecamatan Ranoyapo Minahasa Selatan (Minsel) pasca peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Minggu (19/6/2016) dini hari.

Hal ini bertujuan dalam rangka menciptakan kondisi yang aman ditengah-tengah warga desa. Demikian diungkapkan Kasat Binmas, Noldy Podung kepada Tribun Manado, Senin (20/6).

"Keseluruhan personil yang kami gerakkan ini dalam rangka cipta kondisi, kegiatan sambang, pasca terjadinya kasus pembunuhan," ujarnya.

Pengamanan tetap dilakukan anggota kepolisian meski sudah diamankannya tersangka pembunuhan TR yang ditangkap di hari yang sama usai pembunuhan.

Kapolres Minsel, AKBP Arya Perdana dalam arahannya kepada seluruh personil pada apel pagi tadi, menyampaikan bahwa situasi trauma masih menyelimuti sebagian besar warga Desa. "Oleh karena itu, sudah merupakan kewajiban polisi untuk memberikan kedamaian dan kenyamanan kepada seluruh warga," katanya.

Dia berharap agar warga dapat mendukung pihak kepolisian dalam menangani kasus pembunuhan tersebut. "Saya mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bijak, percayakan saja penanganan kasus ini pada kami," tegasnya. Dia juga menjamin adanya kepastian hukum bagi tersangka pembunuhan.

Sebagai informasi Tim gabungan Buser dan Patola Polres Minsel berhasil menangkap TR kurang dari 1x24 jam. Tim gabungan tersebut melaksanakan penyisiran di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan melakukan aksi gerebek kampung. Aksi tersebut dilakukan dengan cara menggeledah satu per satu rumah warga serta menyisir daerah perkebunan penduduk.

Disisi lain pasukan gabungan dari satuan fungsi dan staf serta polsek rayon segera menutup akses jalan perbatasan di masing-masing titik ujung kampung desa. Beberapa jam kemudian, TR berhasil ditangkap tanpa perlawanan.
Peristiwa pembunuhan tersebut mengakibatkan korban berjenis kelamin laki-laki EA meninggal dunia.

Barang bukti yang berhasil ditemukan yaitu sebilah pedang yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa korban serta satu buah senjata tajam lainnya berupa cakram. Bersama dengan tersangka, polisi juga telah mengamankan beberapa orang yang diduga kuat berada atau menyaksikan serta mengetahui tentang peristiwa pembunuhan tersebut.

Untuk Tersangka utama TR dijerat dengan pasal 338 – 340 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun bahkan bisa sampai seumur hidup. Belum diketahui pasti motif dari pembunuhan tersebut. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun Manado, keduanya sama-sama mengonsumsi miras dan mungkin sempat terjadi percecokan yang berujung maut.

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved