Tahura Mooat Menua dan Kusam

Namun kini, rupa destinasi wisata nasional menua tanpa ada perawatan.

Tahura Mooat Menua dan Kusam
TRIBUN MANADO/ALDI PONGE
TERBENGKALAI - Kawasan Wisata Danau Mooat yang juga taman hutan raya sudah terbengkalai. foto beberapa waktu lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Tahun 1986, pemerintah pusat membangun kawasan Danau Mooat menjadi satu-satunya resor di Sulawesi Utara (Sulut). Namun kini, rupa destinasi wisata nasional menua tanpa ada perawatan.

TIGA cottage atau pondok, empat rumah panggung yang bisa jadi penginapan, dan dua aula pertemuan yang berada di areal tiga hektare Taman Hutan Rakyat (Tahura) sudah terlihat tak terawat. Bangunan-bangunan tersebut terlihat kusam.

Tak ada aliran listrik dan aliran air bersih. Pagar dan taman serta jalan dalam kompleks objek wisata pun sudah tampak rusak.

"Seminggu hanya ada sekitar sepuluh orang yang datang dari luar Boltim. Mereka foto-foto di jempatan di pinggir danau, setelah itu pulang. Kalau banyak yang datang, biasanya mereka yang akan ibadah," ujar penjaga objek wisata Opa Yansen Mogot, Minggu (19/6/2016).

Fasilitas tersebut dibangun pada 1986 dan mengalami masa keemasannya antara 2006 hingga 2009. Setelah pemekaran kabupaten, fasilitas ini terlantar karena masa transisi pemekaran. "Dulu ada jet ski di sini. Banyak turis-turis luar negeri yang datang kesini," kata dia.

Dia menerangkan lokasi tersebut sebetulnya adalah taman hutan raya yang dibangun pemerintah pusat di atas lahan 12 hektare.

"Makanya banyak pohon-pohon di sini, sebagian besar lahan sudah diambil warga. Sisanya tinggal tiga hektar," kata pria yang sudah tinggal dilokasi tersebut sejak awal fasilitas ini dibangun.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Boltim, Mende Lila mengatakan terakhir fasilitas tersebut dibangun dan renovasi oleh pemda Boltim pada 2013. Pemda menganggarkan lagi tahun ini sebesar Rp 2,8 miliar. Tapi akhirnya dipending pembangunannya.

"Dana tersebut digeser ke program pembangunan rumah warga miskin. Menurut pak Bupati belum terlalu mendesak, kita cukupkan dulu kebutuhan masyarakat," kata Mende.

Sudah ada pihak ketiga yang datang meninjau lokasi tersebut, sehingga pemda menunggu kelanjutan rencana pihak bank dunia untuk mengembangkan lokasi tersebut.

"Sudah ada konsultan dari Bank Dunia yang datang mengecek lokasi itu. Mereka berencana akan bangun karena fasilitas itu bersama danau Mooat sudah memiliki surat keputusan menteri sebagai destinasi wisata nasional.

Kita tunggu dari mereka, Jangan sampai double. Kalau tidak jadi, pemda yang akan anggarkan," terangnya. (aldi ponge)

Penulis: Aldi
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved