Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BLH Bahas Dokumen Amdal Pabrik Semen di Bolmong

"Amdal sebagai acuan dalam pekerjaan dan acuan instansi terkait saat pengawasan perusahaan beroperasi,"

Penulis: Maickel Karundeng | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/MAICKEL KARUNDENG

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Badan Lingkungan Hidup melaksanakan pembahasan dokumen Lingkungan Hidup KA, Andal, RKL, RPL dari PT Conch North Sulawesi Cement, Kamis (16/6) diruangan kantor BLH Bolmong.

Kaban BLH Yudha Rantung menyampaikan bahwa analisis mengenai dampak lingkungan hidup (Amdal) pembangunan pabrik semen dan fasilitas penunjangnya di Desa Solog, Kecamatan Lolak dan Kelurahan Inobonto I Kecamatan Bolaang Kabupaten Bolmong sebagai acuan dalam menjalankan pekerjaan.

Tujuannya ialah mengidentifikasi dampak dan masalah serta memberikan masukan dan hal-hal yang harus disertakan dalam menjalankan proyek.

"Amdal sebagai acuan dalam pekerjaan dan acuan instansi terkait saat pengawasan perusahaan beroperasi," ujar Rantung.

Ia menambahkan, fungsi dokumen amdal menentukan kelayakan atau tidak layak dibangun pabrik semen di Bolmong oleh PT Conch.

Komponen yang kena dampak, apalagi lokasi yang cukup terbuka karena berdekatan dengan pembangunan bandara. Jangan sampai bertentangan kajian pembangunan bandara di Bolmong.

"Perusahaan wajib melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan memberikan hasil laporan kepada dinas terkait secara berkala," jelas Rantung.

Mr Wang Smith Manajer PT Conch menggunakan bahasa Cina dan diartikan lewat seorang penerjemah menyampaikan bahwa PT Conch mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah untuk menjalankan proyek semen.

Ia menyampaikan untuk rencana kegiatan terdiri dari pembangunan pabrik semen dengan kapasitas produksi 2X5.000 ton perhari, pembangunan pembangkit listrik tenaga uap PLTU 3X20 Mega Watt dan pembangunan batu gamping.

"Kami berharap dapat dukungan semua pihak untuk melancarkan proyek dan meningkatkan ekonomi daerah," ungkap Wang.

Terkait tenaga kerja untuk tahap konstruksi sekitar 654 tenaga kerja yang terdiri dari 9 orang tenaga asing, dan 645 tenaga kerja Indonesia. (Tribun Manado/Maickel Karundeng)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved