Semarak Euro 2016, Bendera JERMAN Mendominasi
Semarak perhelatan Euro atau Piala Eropa 2016 di Paris Perancis, ikut terasa hingga di Kota Manado dan sekitarnya.
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Kagansa
TRIBUNMANDO.CO.ID, MANADO - Semarak perhelatan Euro atau Piala Eropa 2016 di Paris Perancis, ikut terasa hingga di Kota Manado dan sekitarnya. Indikasinya terlihat dari aktivitas para pedagang bendera negara peserta Euro 2016 yang tampak mulai ramai berjualan di sejumlah ruas jalan utama di Kota Manado.
Keberadaan para pedagang bendera ini ikut menyita perhatian warga, terutama sejumlah fans tim nasional (Timnas) negara kebanggaan mereka, sehingga ikut mampir berbelanja. Berbagai macam ukuran bendera ikut tersedia di pedagang dan ukurannya mulai dari yang 2 hingga 4 meter, termasuk juga menjual sticker dan poster tim.
Menurut pengakuan pedagang, mereka menjual bendera seharga 40.000 hingga 300.000. Untuk ukuran 2 meter harganya berkisar Rp 40 hingga 50 Ribu, sementara untuk ukuran 3 meter harganya berkisar 75 hingga 100 Ribu dan untuk ukuran 4 metet harganya 250 hingga 400 ribu, jadi harganya tergantung ukuran.
"Jelang perhelatan sepakbola bergengsi seperti Euro atau pun Piala Dunia, saya biasanya buat usaha jual bendera dengan cara membeli kain dan kemudian membawa ke tempat penjahitan" ungkap Rasik Poli, Satu diantara pedagang asesoris piala eropa di Jl. Sam Ratulangi, Manado, Jumat (10/6).
Poli menjelaskan bahwa dalam Satu Roll kain itu biasanya dapat dijadikan 10 bendera dalam ukuran besar, tergantung potongan yang dibutuhkan dan itu nanti dikombinasikan dengan warna lain. Warga asal Titiwungan Lingkungan III ini bisa menghasilkan uang hingga 450.000 per hari itu sudah dipotong modal.
Dari amatan Tribun Manado, terlihat bendera Jerman dan Spanyol mendominasi deretan bendera yang dijajakan pedagang dan paling besar ukurannya disetiap tempat penjualan. "Sudah hampir sebulan saya berjualan akan tetapi pendapatan menjelang Euro ini tidak seberapa jika dibandingkan di saat piala Dunia lalu," ujarnya.
Berbeda dengan Poli yang sepi pembeli, jualan rekannya, Murat justru banyak didatangi pembeli, sehingga terlihat tempat jualannya itu ramau dikerumuni pembeli. Murat juga ikut menjual berbagai ukuran bendera tapi dalam ukuran kecil dan sedang dengan harga paling mahal Rp 85 ribu hingga150.000 (ukuran sedang) tergantung pilihan bendera.
Warga asal Titiwungan Bawah ini mengaku membeli langsung bendera yang sudah jadi lalu dijualnya kembali. Dia mendapat keuntungan 200.000 dalam sehari. "Strategi pemasaran harus saya pelajari karena dari sisi jumlah pilihan bendera saya kurang jadi saya banyak menjual bendera-bendera yang di gemari oleh masyarakat lada umumnya" katanya.
Tidak hanya bendera Murat ikut juga menjual Sticker dengan harga dan Jadwal permainan seharga 5.000 hingga 10.000 per lembar. Ia mengatakan biasanya mengikuti setiap jadwal pertandingan apalagi Jerman jagoannya, tapi untuk Euro kali ini mungkin tidak rutin kecuali yang main Jerman baru saya akan nonton kata Murat sambil melayani pelanggannya.
"Saya sangat bangga karena bendera Jagoan saya (Prancis) juga mendominasi dan menghiasi Jalur Samrat ini dan dengan adanya para penjual bendera ini sangat memudahkan masyarakat mancari bendera pilihannya dengan harga murah juga. kata salah satu pembeli Febri Lasimpala.