Aksi Demo GMKI Kumpul Koin Hapus CL
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) gelar aksi demo kumpul koin, di depan para anggota DPRD Manado.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) gelar aksi demo kumpul koin, di depan para anggota DPRD Manado.
Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap salah satu anggota Komisi C berinisial CL, yang tersandung kasus narkoba beberapa waktu lalu tapi masih aktif ngantor tanpa kejelasan status hukum.
Wakil ketua DPRD Manado, Richard Sualang menyambut para mahasiswa tersebut didalam ruang para terhormat. "Ini merupakan tamparan keras dan teguran secara langsung bagi kami,"kata Sualang, Kamis (9/6).
Dirinya menyadari beberapa hari ini kedatangan para mahasiswa prosesnya tidak mengenakan. Dimana sempat terjadi aksi brutal dari aparat keamanan yang menyebakan korban luka. "Kami DPRD Kota Manado akan segera melaksanakan apa yang dituntut hari ini,"kata Sualang coba menenangkan mahasiswa yang tidak sabar mendapat jawaban pasti.
Bentuk jawaban tersebut berupa pencabutan laporan oleh Sekretaris Dewan, terkait kejadian lalu yang merugikan mahasiswa. Kemudian meminta maaf dengan aksi anggota dewan yang menertawakan mereka pada kejadian tanggal 1 Juni. "Minggu depan kami bentuk Badan Kehormatan, karena Ketua DPRD Manado sudah menyampaikan ini kepada pimpinan fraksi,"katanya dengan tegas.
Jika hal tersebut terjadi tentu saja anggota yang terlibat akan diberikan sangsi tegas lewat Badan Kehormatan tersebut. Apalagi ia menilai yang bisa memberhentikan CL adalah Ketua DPP Partai Demokrat yang mengusulkan calon tersebut. "Hanya dia yang bisa, itu pun lewat rapat DPP internal partai,"katanya.
Sementara itu Ketua Fraksi Partai Demokrat Deasy Roring yang hadir dalam aksi demo tersebut meminta maaf karena baru hari ini dapat menerima aspirasi para mahasiswa. Apalagi waktu lalu mereka (mahasiswa) mendapat perlakukan tidak baik dari aparat keamanan dan pegawai DPRD. "Saya akan menyurat ulang ke DPP untuk diberikan tindakan tegas. Saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena ini harus dirapatkan,"kata Roring disambut sorakan tak enak dari para siswa.
Dirinya berharap agar diberikan kesempatan untuk memberikan keputusan, karena saat ini surat kedua tersebut ada di kantor DPC Manado.
Anggota Komisi C Stenly Tamo sempat surut emosinya, karena mahasiswa menuduhkan mereka melindungi para pengguna narkoba. Dengan maksud semua anggota DPRD Manado adalah pemakai barang haram tersebut. "Pangge pa BNN sekarang. Ngoni tau torang samua so dapa priksa, negatif samua,"kata Tamo berdialeg Manado dengan nada emosi.
Meski sudah dijelaskan, mahasiswa pendemo tidak merasa puas dengan jawaban yang dirasa sangat tanggung dan ragu - ragu. Orasi dilakukan mulai dari luar ruangan sampai dalam ruangan. Nyanyian Indonesia Raya menjadi lagu pembuka dan Garuda Pancasila jadi lagu wajib yang dinyanyikan berulang kali sambil memegang bendera GMKI berwarna biru putih. "Kita pernah dijebak didalam ruangan kemudian di pukul, hati - hati jebakan mereka,"kata beberapa mahasiswa.
Mereka menuntut ketua dewan dan sekwan keluar menemui mereka. Tapi bayangan para pemimpin ini tidak ada, bahkan ketika dihubungi media untuk di konfirmasi tlponnya dinonaktifkan. "Ini rumah kami bukan rumah polisi, kami tidak takut lagi. Ini rumah kami jangan halangi kami,"kata para pendemo.
Dinilai memperhambat aksi mereka untuk bertemu dengan Ketua DPRD Manado, mereka mengelar aksi kumpul koin. Koin yang dikumpulkan diserahkan kepada para Dewan terhormat dengan maksud mengahapus nama CL dari kantor penyuara rakayat ini. "Ini merupakan aksi kedua kami. Kami tidak menerima ada anggota DPRD yang menggunakan narkoba tapi masih ngantor. Aneh kan, sama saja pemerintah simpan penjahat,"kata Hizkia Sembel, ketua GMKI Manado dan Ketua orasi hari itu.
Aksi yang dilakukan ini tidak mendapatkan titik temu, dimana mereka diserahkan untuk melanjutkan orasi ke Kantor Wali Kota Manado. Dimana Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut adalah ketua DPP Demokrat Provinsi.
Tapi sayang mereka hanya disambut oleh Kepala Kesbang Pol Hanny Solang. Hanny yang mencoba meredakan emosi para mahasiswa justru kehilang kendali dan meninggalkan lokasi. Sementara Pihak Kepolisian terus berjaga - jaga menggunakan tameng sampai aksi demo ini bubar tanpa kesepakatan.
Anggota DPRD yang menyambut para pendemo ini adalah, Richard Sualang, Hengky Kawalo, Cristina Pusung, Benny Parasan, Apriano Saerang, Stenly Tamo, Markho Tampi, Pingkan Nuah, dan Sony Lela.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/demo-gmki_20160609_144122.jpg)