Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Beredar Isu Oknum Anggota DPRD Mitra Minta Barter Uang saat Ajukan Ranperda

Selama ini Ranperda selalu kita bahas dan ketuk, tak ada Ranperda yang tertunda apalagi jika ada oknum Dewan yang meminta imbalan.

Penulis: | Editor:
NET
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Manado Valdi Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN -Beredar isu ada oknum anggota DPRD Minahasa Tenggara (Mitra) yang diduga sering meminta uang kepada SKPD yang mengajukan rancangan peraturan daerah (ranperda).

"Setiap akan mengajukan Perda selalu meminta imbalan uang, Perda dibarter dengab uang, kalau tidak maka tak akan diterima," ucap seorang sumber.

Menurutnya hal tersebut sudah menjadi kebiasaan wakil rakyat itu dan sulit untuk diubah. "Kita kan sama rekan kerja dengan tujuan akan memajukan daerah serta membuat kebijakan yang menguntungkan rakyat. Tapi yang disesali selalu ujung-ujungnya uang, padahal Perda yang sering diajukan untuk kebaikan," kata dia.

Saat ditanyai nama-nama oknum anggota DPRD yang sering melakukan pemerasan, sumber enggan bicara. "Yang pasti hanya sedikit yang tidak begitu dan jujur, sebagian besar sama, saya hanya takut untuk melawan mengingat posisi saya saat ini. Rekan lainnya pun sama meski kesal tak bisa buat apa-apa," ujarnya.

Ia pun berharap agar hal tersebut bisa terhenti, sehingga fungsi dan kewajiban wakil rakyat tersebut bisa berjalan baik. "Yang saya harapkan ada pihak berwenang yang bisa turun tangan menyelidiki hal ini, mungkin pihak Kejaksaan bisa lakukan investigasi," harapnya.

Ketua DPRD Mitra Tavif Watuseke membantah adanya hal tersebut. "Selama ini Ranperda selalu kita bahas dan ketuk, tak ada Ranperda yang tertunda apalagi jika ada oknum Dewan yang meminta imbalan," katanya.

Dia juga mengatakan, jika hubungan SKPD dan DPRD Mitra sangat baik "Kerja Sama kita berjalan baik selama ini, saya juga kaget muncul isu seperti ini," katanya.

Menurutnya, jika memang ada oknum Dewan yang seperti itu Pejabat SKPD ditantang untuk menyampaikan langsung.

"Sampaikan saja kepada saya secara Pribadi atau internal, kita buka-bukaan," ujarnya.

Vocke Ompi anggota DPRD Mitra lainnya juga ikut membantah akan hal tersebut dilakukan anggota DPRD.

"Kalau ada langsung katakan siapa dewannya, jangan hanya bilang instansi saja. Saya sudah peringatkan waktu rapat paripurna dengan SKPD agar kata-kata itu dijaga," katanya.

Mendengar hal tersebut ia pun menantang Pejabat SKPD untuk terang-terangan mengungkapkan siapa oknum DPRD yang meminta Perda dibarter uang.

"Saya sebagai anggota Dewan saya tantang, siapa pejabat SKPD yang pernah berikan uang kepada saya," tandasnya.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved