JPU Tuntut CL Enam Bulan Rehabilitasi

Jaksa Penuntut Umum Morais Barakati menuntut CL enam bulan rehabilitasi.

JPU Tuntut CL Enam Bulan Rehabilitasi
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
CL saat mengikuti jalannya persidangan di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (2/6) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jaksa Penuntut Umum Morais Barakati menuntut CL, oknum legislator Manado yang tersandung kasus narkoba, enam bulan rehabilitasi. Hal ini terungkap dalam gelaran sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (1/6) sore.

CL yang hadir menggunakan rok dan celana dongker berkerah putih ini tampak tenang mendengar tuntutan. Tuntutan ini mengacu pada pasal 127 Undang-undang Narkotika. Usai membacakan tuntutan, langsung dilanjutkan dengan eksepsi yang dibacakan Penasehat Hukum terdakwa Dety Lera.

Dalam eksepsinya, pihak terdakwa menyatakan setuju dengan tuntutan JPU agar terdakwa menjalani rehabilitasi. Rehab ini dilakukan di RS Bhayangkara Kota Manado.

Sidang ini dipimpin Hakim Jemmy Lantu. Dalam sidang, hakim kembali mengonfirmasi ketidakhadiran CL pada sidang pekan lalu. "Anda tak hadir katanya sakit, tapi kenapa di media anda terlihat di kantor dewan," ujar Lantu.

"Kalau sakit, kasi alasan jelas. Sakit itu ke dokter, bukan keluar. Jangan malah beritanya simpang siur," tambahnya lagi.

CL pun menjawab saat itu dia diundang ke dewan. "Saya di sana hanya 15 menit, langsung kembali. Itu pun sudah sore," ucapnya.

Pertanyaan hakim pun kenapa tak ada surat dokter, pihak CL menyebut surat dokter sudah lama ada. Namun memang baru saja dimasukkan sebagai pemberitahuan.

Setelah itu, hakim menunda sidang pada 15 Juni mendatang, dengan agenda putusan. Sidang ini berlangsung singkat, sekitar 15 menit. Awak media sebenarnya sudah menunggu sejak pagi. Karena tak ada kejelasan kapan sidang digelar. CL lalu keluar ruang sidang dan meninggalkan PN Manado.

Sebelumnya JPU mendakwa CL berdasarkan pasal pasal 112 UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika, karena terbukti memiliki, menyimpan, menguasai, narkotika golongan I jenis sabu seberat 0,14 gram.

Kasus ini bermula ketika perempuan yang kini masih menjabat sebagai legislator ini diciduk sebuah ruangan VIP tempat hiburan karaoke, pada hotel bintang 4 di bilangan Jalan Jendral Sudirman, Manado, Kamis (31/3) tengah malam.

Setelah dites urin, terbukti CL positif mengonsumsi sabu. Tak hanya itu, petugas gabungan dari Polda, TNI bersama Polisi Militer serta BNNP dan BNNK itu pun melanjutkan pemeriksaan ke kediaman terdakwa, dan di sana ditemukan shabu seberat 0,14 gram. Alhasil, kini sang lesgislator tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved