Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Delapan Negara Ikut Festival Bunga

Masyarakat diharapkan lebih berperan pada Tomohon International Flower Festival (TIFF).

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Lodie_Tombeg
Patung Tololiu Tomohon 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Masyarakat diharapkan lebih berperan pada Tomohon International Flower Festival (TIFF).

Raseno Arya, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI mengusulkan, Pemerintah Kota Tomohon bisa memaksimalkan peran masyarakat dengan mencanangkan gerakan tanam bunga.

"Namanya festival bunga perlu buat gerakan menanam bunga untuk memaksimalkan peran masyarakat," ungkap dia.

Sebelum TIFF digelar, lahan rumah warga pun bisa dimanfaatkan untuk menanam. Hal itu sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan warga tentu sudah termasuk pelatihan. Saat mekar dan siap panen nanti disesuaikan dengan pelaksanaan TIFF. Panitia pun bisa memanfaatkan bunga yang ditanam warga Tournament of Flower.

Dia mengisahkan Korea Utara. Suatu waktu Presiden Soekarno pernah menghadiahkan bunga anggrek kepada Presiden ketika itu Kim Il Sung. Akhirnya anggrek kerap dihadirkan dalam hari-hari besar Korea Utara.

Sementara itum Panitia TIFF membatasi peserta Tournament of Flower atau parade kendaraan bunga hias hanya untuk 30 peserta.

Ketua Panitia TIFF, Syerly Adelyn Sompotan, menyampaikan, saat ini, sudah ada puluhan peserta yang akan tampil dalam ToF, perhelatan utama TIFF.

"Sudah 25 peserta yang sudah mendaftar untuk ikut ambil bagian dalam ToF," katanya.

SAS mengungkapkan, peserta memang sengaja dibatasi hanya 30 peserta. Hal ini mempertimbangan waktu parade kendaraan hias yang rencana dimulai lewat tengah hari, Agustus 2016 mendatang. "Kalau sudah terlalu banyak, juga penonton akan bosan," ujarnya.

Dari peserta yang sudah mendaftar ada sekitar 7 atau 8 peserta dari negara sahabat. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya hanya ada 6 peserta dari mancanegara.

30 peserta ini nantinya akan melakukan parade diselingi juga dengan atraksi yang disiapkan.
Selain itu kata SAS, kegiatan TIFF bukan hanya ToF. Acara akan digelar hingga malam hari, agar tak monoton akan digelar juga pesta rakyat sekaligus festival kuliner.

Di tahun ini juga Panitia meniadakan kontes ratu bunga, namun akan diganti dengan flower fashion carnaval. "Jadi ada satu rangkaian kegiatan," ungkapnya. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved