Meisjesschool Kaaten di Tomohon, Kamp Tahanan bagi Wanita Eropa

Bangunan tua itu menjadi saksi sejarah kelam pendudukan Jepang di Tomohon pada masa Perang Dunia II.

Meisjesschool Kaaten di Tomohon,  Kamp Tahanan bagi Wanita Eropa
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Gedung Meisjesschool Kaaten Tomohon sekarang gedung SD GMIM 3 Tomohon 

Dalam catatannya terungkap pada waktu itu kira-kira awal Januari atau Februari tahun 1942 para suster berjumlah puluhan dibawa menggunakan truk keluar lokasi kamp. Mereka dibawa ke suatu tempat, lokasinya kira-kira di belakang SMA Kristen Tomohon. Para wanita malang itu harus menyaksikan eksekusi mati tahanan perang.

"Jepang akan memancung tahanan, dan para suster dibawa untuk menyaksikan langsung eksekusi itu," sebutnya.
Disaksikan para suster justru menjadi kekuatan moril para tawanan menghadapi eksekusi mati. "Itu ditulis sendiri oleh para suster yang hadir dalam eksekusi itu," ungkap Ben Palar.

Keadaan jadi lebih membaik setelah kamp dijaga tentara Jepang asal pribumi atau disebut Heiho. Penderitaan sedikit lebih ringan.

Pada 28 Oktober 1944 penggunaan kamp tahanan Meisjesschool berakhir. Para tahanan dipindahkan ke barak-barak di Airmadidi. Namun, kata Ben, penderitaan belum langsung berakhir. "Lain kolam lain riak, lain kamp lain derita," katanya.

Bangunan Eropa Minahasa

SETELAH era kemerdekaan RI, fungsi Meisjesschool dikembalikan seperti sebelumnya sebagai tempat mengenyam pendidikan dan sudah bernuansa Republik Indonesia. Kini gedung itu dijadikan SD GMIM 3 Tomohon.

tahanan eropa
Bangunan asli Meisjesschool tetap dipertahankan. Menurut sejarawan Minahasa, bangunannya termasuk jenis rumah meiwangin yakni rumah tiang rendah.

Sisa peninggalan Belanda yang masih bertahan yakni papan nama Meisjesschool.

Sesuai penelitian arkeologi, bangunan itu diklasifikasikan sebagai banguna indis gaya Eropa tradisional Minahasa. Konstruksi dindingnya dari nibong, semacam kayu kelapa dengan atap kayu sirap.

Setelah melewati zaman, bangunan pun direnovasi. Kata Ari Karwur, Kepala Sekolah Dasar GMIM 3, sebagian besar bangunan masih mempertahankan konstruksi lama. Atap, cat dan bagian bawah bangguna sudah direnovasi.

"Terutama di bagian bawah bagian kolong karena dari kayu sudah lapuk maka diputuskan dibangun beton," katanya

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved