Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rp 3 Miliar Digelontorkan 'Sterilkan' Manado dari Pengemis

Dinas Sosial Kota Manado terus berupaya membersihkan pengemis di beberapa lokasi ramai pengunjung.

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Sosial Kota Manado terus berupaya membersihkan pengemis di beberapa lokasi ramai pengunjung.

Operasi terpadu terus digencarkan, Dinsos pun sudah tiga kali memulangkan pengemis ke daerah asal.

"Kemarin tertangkap waktu dipulangkan ke daerahnya ternyata tak punya rumah dan tinggal di emperan toko," kata Kadis Sosial, Frangky Mewengkang, Kamis (26/5).

Menurut dia selama satu bulan ini sudah ada 24 orang pengemis yang diamankan. Kemudian nantinya akan diberikan pelatihan, dengan perjanjian tidak kembali mengemis lagi.

"Kita bedakan cacat tuna netra dan pengemis gelandangan," katanya lagi.

Sementara itu ada 70 orang tuna netra yang mengikuti diklat di Kantor Dinas Sosial Kota Manado.

Mereka diberikan pelatihan dan sosialisasi, untuk mampu meberdayakan diri tanpa harus mengemis.

"Mereka diutus dari beberapa kabupaten, tapi sayang ketika berada di sini mereka tak mau kembali lagi, dan berjualan di kota kita," katanya lagi.

Dirinya berjanji akan menangkap para tuna netra, jika berubah fungsi menjadi pengemis.

Hal tersebut sesuai instruksi ketua kelompok tunanetra Dinas Sosial Kota Manado, Azis, dan peraturan daerah tentang penegakan Perda. "Kalau memaksa, atau meminta uang akan kami tangkap," kata Mewengkang.

Di balik itu, dia mengatakan, saat ini sudah mendapatkan lahan untuk pembangunan tempat pelatihan para pengemis dan gelandangan. Lahan tersebut di daerah Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken.

"Benar kita sudah punya lahan, dan rencananya tahun ini dibangun dengan anggaran Rp 3 miliar,"kata Mewengkang.

Anggaran tersebut selain untuk pembangunan, nantinya akan menggaji pelatih. Kemudian memenuhi seluruh infrastruktur di dalam, seperti pembuatan kamar, toilet, listrik, dan makanan tiap hari.

Sementara itu Lurah Pandu, Hence Patimbano mengatakan, memang benar lahan 5 hektar di lingkungan V sudah disediakan.

Hanya saja perlu sosialisasi kepada masyarakat sekitar, bahwa akan dibangun tempat pelatihan. (Tribun Manado/Felix Tendeken)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved