Pemko Manado Segera Gelar Operasi Pasar
Operasi pasar tersebut terbagi dalam beberapa bagian, pertama tabung gas elpiji, beras, bawang rica tomat (Barito), dan barang kedaluwarsa.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menjelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah Kota Manado rencanakan operasi pasar.
Operasi pasar tersebut terbagi dalam beberapa bagian, pertama tabung gas elpiji, beras, bawang rica tomat (Barito), dan barang kedaluwarsa.
Hal tersebut diutarakan oleh Asisten dua Pemerintahan Kota Manado, Haji Rum Usulu. "Pertama kita sudah ada kesepakatan bersama pihak Pertamina, untuk mengantisipasi kenaikan harga dan kelangkaan gas 5 kilo gram,"kata dia, Sabtu (28/05).
Masalah yang sama juga dibahas bersama bank Indonesia (BI), dan nantinya akan berlaku di 11 Kecamatan se Kota Manado. "Pak Wali Kota sudah tahu rencana ini, tapi untuk jadwal masih dirahasiakan,"kata Usulu.
Belajar dari pengalaman mengantisipasi inflasi harga (barito). Maka Pemkot Manado mengadakan rapat khusus bahas permainan harga pedagang besar menjelang hari raya keaagamaan. Hal tersebut dirasa sangat penting karena nanti akan mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.
"Kita akan turun pasar, kemudian kalau ada pedagang nakal, maka tidak menutup kemungkinan ijin usahanya kita cabut di tempat,"kata Usulu.
Dibalik itu BI akan memberikan bantuan kepada masyarakat jika nanti harga Barito mulai bergerak naik. Hal tersebut akan dituangkan bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Manado, dalam bentuk pasar murah.
"Targetnya adalah masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah,"kata Usulu.
Selain itu mereka akan mengandeng Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BP2T), serta Dinas Kesehatan Kota Manado untuk bersama - sama melihat kondisi produk jualan yang beredar di supermarket dan minimarket.
"Target kita yaitu produk kadaluwarsa. Kalau kedapatan sanksinya besar,"kata Usulu.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, dr Robby Motoh mengatakan operasi tersebut sangat penting. Mengingat produk kadaluwarsa akan mempengaruhi kesehatan manusia. Terlebih khusus masalah pencernaan.
"Sudah jelas bahaya kalau masih jual produk seperti ini. Memang tidak langsung berdampak tapi akan membutuhkan waktu, dengan berbagai komplikasi penyakit,"kata Mottoh.
Sementara Kadisperindag Kota Manado, Dante Tombeg mengatakan, toko yang menjual produk seperti ini akan ditutut lewat udang - undang terkait hak konsumen. Dimana nanti risikonya selain ganti rugi tapi berdampak pada penyegalan rumah usaha.
"Jadi undang - undang nomor 8 tahun 1999 tetang hak konsumen akan menjadi pedoman kami," tukas Dante. (Tribun Manado/Felix Tendeken)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gas-elpiji-3-kg-operasi-pasar-wanea_20150508_004043.jpg)