Peserta MTQ Trauma Nyaris 'Digagahi', Warga Minahasa Tenggara Ngaku Malu!
Salah satu Kafila asal Boltim berinisial A (15) menjadi korban pencurian dan nyaris dirudapaksa.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Perhelatan Akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang digelar di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tercoreng.
Salah satu Kafila asal Boltim berinisial A (15) menjadi korban pencurian dan nyaris dirudapaksa.
Hal ini pun mengundang komentar warga Mitra yang merasa malu akan kejadian itu.
"Saya sebagai warga Mitra merasa malu karena kejadian ini. Apalagi katanya korban sempat trauma, ini menjadikan citra buruk bagi tamu," kata Fahrid warga Belang.
Dia juga mengatakan, hal itu sebenarnya tidak akan terjadi jika ada kesiapan panitia yang baik. "Seharusnya kamar atau rumah peserta dijaga, apalagi ini peserta wanita," ujarnya.
Senada juga diungkapkan Rima warga Belang lainnya yang menyesali kejadian tersebut.
"Saudara-saudara saya di Boltim yang tahu kejadian itu telepon dan menanyakan kejadian itu. Besok-besok kalau ada kegiatan serupa para peserta pasti akan pikir dua kali untuk datang," katanya.
Dia pun secara pribadi sebagai warga Mitra khususnya meminta maaf akan kejadian tersebut.
"Mendahului pemerintah saya minta maaf atas kejadian ini, semoga ke depan sebagai tuan rumah kita akan lebih baik lagi," tandasnya. (Tribun Manado/Valdy Suak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-buka-celana_20160527_092318.jpg)