Terjadi 243 Kasus Gigitan Anjing Gila
Kasus gigitan anjing di Minahasa tergolong tinggi dan masih mengkhawatirkan.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Kasus gigitan anjing di Minahasa tergolong tinggi dan masih mengkhawatirkan. Hingga April 2016, berdasarkan data Dinas Kesehatan Minahasa sudah terjadi 243 kasus gigitan anjing.
Dari jumlah gigitan anjing gila itu, ada 120 kasus yang positif rabies, sehingga penderita gigitan harus divaksinasi.
"Satu korban gigitan anjing yang meninggal dunia tahun ini lantaran tidak datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk berobat ataupun datang melapor," ujar dr Yuliana Kaunang, Kepala Dinkes Minahasa.
Jumlah itu memang masih rendah dibanding catatan setahun 2015 yang jumlah kasus gigitan anjingnya mencapai 931 kasus dan ada 494 pasien yang divaksin lantaran anjingnya positif rabies. "Tahun lalu enam penderita yang meninggal dunia," kata dia.
Menurut Kauangan, diakibatkan lantaran banyaknya populasi anjing di Minahasa. "Untuk vaksin terhadap pasien yang menderita gigitan anjing stoknya cukup yang bersumber dari APBD dan APBN, sehingga selama pasien sudah melapor pasti mendapatkan penanganan," ujar dia.
Jumlah itu menjadikan Minahasa sebagai daerah endemis rabies peringkat pertama di Sulut, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Warga juga diminta untuk memperhatikan kesehatan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing yang rentan terhadap rabies. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/anjing-menyalak_20160503_115105.jpg)