Akte Kematian Juga Penting Diurus

Assisten Satu Pemerintah Kotamobagu Nasrun Gilalom mengimbau kepada masyarakat agar dapat memperhatikan akte kematian.

NET
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Assisten Satu Pemerintah Kotamobagu Nasrun Gilalom mengimbau kepada masyarakat agar dapat memperhatikan akte kematian.

"akte kematian juga penting diurus, itu untuk mengupdate data masyarakat Kota Kotamobagu," ujarnya kepada Tribun Manado Selasa (24/5) siang saat ditemui di Kantor Wali Kota Kotamobagu.

Lanjut Nasrun masyarakat jangan hanya memperhatikan untuk pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) saja. "Iya kebanyakan masyarakat seperti itu, ketika ada sanak saudara yang meninggal dunia akte kematian sudah tak lagi diurus," ujar dia.

Dalam acara Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pelayanan Bidang Pencatatan Sipil di Kantor Kecamatan Kotamobagu Timur nasrun kemudian meminta camat, lurah, dan sangadi itu serius dalam hal pendataan penduduk.

"Harus serius, kemudian memberdayakan perangkatnya dalam hal mendata jumlah penduduk. Jangan bekerja sendiri.
Camat, lurah, dan sangadi harus tau jumlah penduduk di tiap wilayahnya," ujar dia.

Lanjut dia, karena dalam hal pengurusan semua berkas kependudukan itu gratis
jangan membeda-bedakan mana masyarakat yang berkelebihan dan yang tidak. "Semua dilayani sama. Justru mereka yang susah yang seharusnya diprioritaskan," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kotamobagu Virginia Olii mengatakan bahwa memang benar akte kematian kebanyakan masyarakat mengurus kalau diperlukan.

"Itupun hanya yang PNS, dimana menggunakan akte tersebut untuk asuransi. Kalau masyarakat non PNS seringkali berpikir bahwa itu tidak penting. Saya sudah meminta kepada lurah dan sangadi agar jika ada kematian silahkan lapor ke capil," ujarnya.

Lanjut Virginia, pada sosialisasi di Kantor Kecamatan Kotamobagu Timur disampaikan mengenai
percepatan penerbitan KTP elektronik dan akte kelahiran.

"Sesuai edaran mendagri untuk mengurus akte kelahiran saat ini hanya melampirkan Fofokopi Kartu Keluarga (KK). Berbeda dengan sebelumnya harus ada pengantar kelurahan, pengantar kecamatan, dan buku nikah," ujarnya.

Virginia kemudian menegaskan bahwa semua pengurusan di Disdukcapil gratis tidak dipungut biaya. Ia kemudian menambahkan bahwa KTP elektronik yang masa waktunya tertulis 2015 itu tidak perlu diganti.

"Itu berlaku seumur hidup di seluruh Indonesia, mengganti KTP jika hilang, rusak atau ada elemen data yang diperbarui seperti pindah alamat, atau mengganti status," ujarnya.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved