Breaking News:

Nama 'Bitung," Diambil dari Nama Pohon Pelindung Nelayan

Sejarah Kota Bitung yang dikeluarkan Bagian Pemerintahan Bitung pada bagian pembukaan diambali dari buku Sejarah GMIM Sentrum Bitung terbit tahun 1995

TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Patung Cakalang, ikon Kota Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - "Sejarah sangat penting supaya genersi kedepan berpkir Bitung ada karena bukan hanya jatuh dari langit meliankan ada dari pendahulu-pendahulu" demikian kata Wilmar Lalela (82) tua-tua kota Bitung saat didaulat menjadi pembicara dalam dialog interaktif bertopik 'Menelisik Sejarah Kota Bitung yang Tercecer', akhir pekan lalu.

Menurut penulis sejarah GMIM Sentrum Bitung, keberadaan Kota Bitung hingga saat ini adalah berkah bagi generasi akan datang. Konon, dahulu kala Bitung banyak dihuni binatang liar, termasuk di dalamnya, ular berbisa.

Sejarah Kota Bitung yang dikeluarkan Bagian Pemerintahan Setda Kota Bitung pada bagian pembukaan diambali dari buku Sejarah GMIM Sentrum Bitung yang ditulis Wilmar tahun 1995.

"Sejarah sendiri harus dilihat apakah mengenai sejarah daerah atau penamaan Kota Bitung. Dulu kala pada tahun 1976 penaaman Bitung diambil dari nama sebuah pohon yaitu pohon Bitung.

Pohon ini oleh para nelayan biasanya dijadikan tempat berlindung dari arus kencang saat sedang melaut. "Pohon Bitung dahulu kala dijadikan daseng (tempat berteduh) dari Simon Tudus seorang pria yang memiliki kemampuan diutus oleh walak-walak Tonsea untuk mengamankan laut dan wilayah daratan Bitung. "Banyak yang masih harus digali mengenai sejarah Bitung baik penamaan, asal muasal lahirnya Bitung dan lain sebagainya," tandasnya.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Bitung, Jerry Kalalo menjelaskan, sejarah Bitung sejatinya sudah ada di beberapa literatur. "Seperti contoh mulai dari walak Tonsea dari Minahasa dan cikal bakal sejarah awal lainnya," tutur Jerry Minggu (22/5).

Menurutnya hingga kini Belum ada satu catatan yang baku mengenai sejarah Kota Bitung atau sejarah resmi. Melalui diskusi yang digagas Pemkot dan Bitung Journalist Club (BJC) ini merupakan embrio untuk sebuah karya tulis sejarah Bitung yang komprehensif dan paripurna.

"Sejarah yang tercecer harus satukan kembali. Kami siap sebagai pemerkarja atau pengagas seminar sejarah Kota Bitung siapa yang berkompeten untuk menulis kertas kerja dan karya tulis menyangkut sejarah Bitung yang tercecer," tandasnya.(crz)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved