Kemendag Beri Perhatian Harga Gula di Sulut
Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) memberikan perhatian kepada harga gula pasir di Sulawesi Utara (Sulut) yang naik
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) memberikan perhatian kepada harga gula pasir di Sulawesi Utara (Sulut) yang mengalami kenaikan. Dari biasanya Rp 12.000-13.000 per kilogram menjadi 16.000 per kilogram.
"Harga gula pasir memang mengalami kenaikan di seluruh Indonesia, termasuk di Sulut," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag RI Sri Agustina, akhir pekan lalu.
Menurut dia, naiknya harga gula di Indonesia karena musim giling di beberapa sentra penghasil gula pasir bsaxXgxgrrur akan dilakukan, oleh karena itu terjadi kenaikan. Untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya melakukan impor bahan gula setengah jadi untuk kemudian diolah di pabrik yang mampu membuatnya menjadi Gula Kristal Putih (GKP).
Nantinya gula pasir tersebut akan digunakan untuk melakukan Operasi Pasar diseluruh daerah, sehingga harganya bisa menjadi normal kembali. "Namun tetap tidak akan merusak harga petani tebu dalam menjual harga," ungkapnya.
seperti pada Jumat pekan lalu pihaknya melakukan Operasi Pasar (OP) dengan melepas 3 ton gula di Pasar Bersehati, dengan harga jual Rp 12.500 per kilogram. Sedangkan harga di pasaran sekitar Rp 16.000 per kilogram.
Dari OP yang digelar masyarakat langsung menyerbu gula yang dijual, karena harga jualnya yang lebih murah. Diharapkan dengan digelarnya OP harga gula bisa kembali menjadi normal. "Tentunya kami juga bekerjasama dengan stakeholder terkait untuk menstabilkan harga gula," ungkapnya.
Sedangkan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong mengungkapkan terus melakukan pemantauan terhadap harga gula di pasaran. Pihaknya berupaya untuk menjaga agar pasokan gula tetap ada di pasaran. "Gula di Manado sebagian besar berasal dari Gorontalo, karena di sana terdapat pabrik gula," ungkapnya.
Apalagi dalam waktu dekat ini akan ada hari raya keagamaan. Biasanya konsumsi gula masyarakat akan meningkat sekitar 25 persen. Untuk itu pihaknya terus melakukan pemantauan agar stok gula mencukupi. (erv)