Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Saat Terbaring Sekarat, Gadis Kecil Ini Minta Ibunya Maafkan Anggota ISIS yang Membakarnya

Terbaring sekarat di pelukan sang ibu, seorang gadis kecil berusia 12 tahun meminta agar ibunya memaafkan para militan ISIS yang membakarnya hidup-hid

Penulis: | Editor:
MIRROR
Jacqueline Isaac (kiri), advokat HAM dan Samia Sleman, gadis Yazidi yang pernah disandera ISIS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terbaring sekarat di pelukan sang ibu, seorang gadis kecil berusia 12 tahun meminta agar ibunya memaafkan para militan ISIS yang membakarnya hidup-hidup.

Dikutip dari laman Mirror.co.id, Kamis (19/5) saat itu korban berada di kamar mandi ketika para militan radikal itu berdiri di pintu rumah dan menuntut uang pajak kepada ibunya. Sang ibu mengatakan bahwa dia akan membayar tapi menunggu sampai korban keluar dari kamar mandi.

Bukannya memberikan kesempatan, para ekstremis itu justru menyerbu ke kamar mandi dan membakar korban.

Jacqueline Isaac, seorang pengacara HAM, yang menyampaikan kisah pilu ibu dan anak, yang kebetulan beragama Kristen itu, setelah kediaman mereka di Mosul, Irak dibakar anggota ISIS. Ia membeberkan kisah ini dalam sebuah konferensi di New York yang membahas penindasan terhadap minoritas Kristen di daerah Konflik Suriah dan Irak.

Gadis kecil dan sang ibu bisa lolos dari kebakaran itu. Tapi gadis kecil itu akhirnya meninggal dunia di rumah sakit akibat luka-lukanya.

"Anak itu menderita luka bakar tingkat empat dan ibunya telah melakukan segalanya untuk menyelamatkan nyawanya. Saat dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya meninggal, kata-kata terakhir anak itu kepada ibunya adalah 'maafkan mereka'," kata Jacqueline. (mirror).

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved