Lomba Perpustakaan di Kotamobagu. Ada Hadiah Uang Untuk yang Menang

Penilaian perpustakaan desa dan kelurahan di Kotamobagu telah berlangsung. Untuk desa dan kelurahan di Kotamobagu Barat telah selesai dinilai.

TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Penilaian perpustakaan desa dan kelurahan di Kotamobagu telah berlangsung. Untuk desa dan kelurahan di Kotamobagu Barat telah selesai dinilai. 

Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Penilaian perpustakaan desa dan kelurahan di Kotamobagu telah berlangsung. Untuk desa dan kelurahan di Kotamobagu Barat telah selesai dinilai.

Pada Kamis (19/5) tim penilai dari Kantor Perpustakaan dan Arsip Kotamobagu berpindah ke Kotamobagu Utara untuk menilai. Satu persatu desa dan kelurahan didatangi.

Diperiksa buku kunjungan, suasana dalam perpustakaan serta kesiapan pengelola. Lomba perpustakaan ini merupakan rangkaian jelang peringatan HUT Kota Kotamobagu ke 9 pada 23 Mei 2016 nanti.

Kepala Perpustakaan Tony Ponongoa mengatakan dengan perlombaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pengelola perpustakaan agar dapat menjadi lebih baik lagi.

"Yang dinilai pada lomba tersebut dikatakan Tony antara lain fasilitas ruangan, administrasi buku kunjungan. Kalau tidak ada pengunjung berarti petugas tidak mampu menarik perhatian," ujarnya.

Bagi pemenang lomba juara satu, dua dan tiga Tony mengatakan pihaknya telah menyediakan hadiahnya yakni Rp 1 juta. "Selain itu pemenang akan dikirim ke tingkat provinsi untuk mengikuti lomba yang sama. Setelah lomba nanti ada pembinaan untuk semakin meningkatkan pengelolaan perpustakaan," ujarnya.

Tony kemudian menegaskan kepada pengelola jika tidak mengikuti lomba atau mengikuti namun tidak memenuhi standar maka ada sanksinya.

"Ini bukan sekedar ikut lomba harus ikut dengan persyaratan yang sesuai. Konsekuensinya pengelola akan saya ganti. Itu berarti tidak mau kerja. Honor memang kecil tetapi nilai dalam pekerjaan itu yang diambil yakni dapat mencerdaskan masyarakat," ujarnya.

Sejumlah perpustakaan terpantau masih menata buku-buku diatas rak dengan rapi, seperti di Desa Sia. Perpustakaan yang berada di Sudut Ruangan Pertemuan Desa tampak menyediakan buku-buku untuk berbagai kalangan untuk petani misalnya ada buku-buku cara bercocok tanam, ibu-ibu ada buku cara memasak, serta untuk anak-anak ada buku cerita.

Sama halnya dengan perpustakaan di Kelurahan Upai, masih tertata dengan baik. Lurah Upai Ridwan Mokoagow Spd mengatakan memang dirinya terus memantau pengelolaan perpustakaan disana.

"Setiap hari Senin saya selalu meminta untuk penataan buku. Dan untuk sosialisasi, setiap ada acara masyarakat saya imbau bahwa dengan membaca banyak ilmu yang didapat. Respon masyarakat sangat positif, saat ada acara atau kegiatan di kantor kelurahan masyarakat kemudian menyempatkan untuk datang membaca di perpustakaan," ujarnya.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved