Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Balai Diklat Pelayaran Minsel Diserbu

Meski pendaftaran belum dibuka, Balai Diklat Pelayaran (BDP) Minahasa Selatan (Minsel) 'diserbu' warga.

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Tribun Manado
Suasana pendaftaran Balai Diklat Pelayaran Minsel 

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG - Meski pendaftaran belum dibuka, Balai Diklat Pelayaran (BDP) Minahasa Selatan (Minsel) 'diserbu' warga. Hal ini bukan tanpa alasan. Sekolah khusus pelaut yang baru dibangun ini cukup mendapat perhatian tidak hanya warga lokal namun juga warga yang berasal diluar Minsel. Pantauan Tribun Manado, Kamis (19/5) semenjak pagi cukup banyak warga yang datang.

Kebanyakan dari mereka adalah para calon murid yang ditemani orangtua mereka. Rivaldy Salih, warga asal Bitung ini mengaku tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

"Saya suka menjadi pelaut. Makanya saya langsung kesini. Sekaligus menanyakan syarat-syarat untuk menjadi murid. Karena masih angkatan pertama saya rasa peluangnya cukup besar," katanya.

Sayangnya untuk tahun pertama, BDP hanya menerima khusus taruna bukan taruni. Hal ini disampaikan langsung oleh Ayis Suti Wibowo, selaku Pengelola Kepegawaian BPD Minsel.

"Tahun ini kami hanya menerima taruna saja. Namun antusias warga sangat tinggi. Bahkan yang memasukkan data sudah melebihi kuota meski pendaftaran belum dibuka. Tapi bagi yang sudah memasukkan berkas akan kami hubungi jika pendaftaran sudah dibuka," jelasnya saat ditemui dikantornya yang terletak di Jl. Trans Sulawesi, Desa Tawaang Timur, Kecamatan Tenga ini.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Tribun Manado, saat ini sudah ada sekitar 197 orang yang mendaftar dari kuota sebanyak 60 orang khusus Diklat Pelaut tingkat-IV (DP-IV) dan sebanyak 297 orang untuk Diklat Keterampilan Pelaut.

"Ada dua jenis pendidikan yang kami buka. Yang pertama khusus mereka yang ingin mendapatkan ijazah setara tingkat SMA, dan yang kedua untuk umum hanya mendapatkan sertifikat dan tidak dibatasi usia," ujarnya.

Khusus DP-IV mendapatkan subsidi dari pemerintah pada semester pertama saja. Selanjutnya siswa dikenakan biaya dan bersekolah selama tiga tahun. Dengan konsep pendidikan seperti karantina karena siswa tinggal di asrama. Sedangkan untuk umum tidak mendapatkan subsidi dan membayar pendidikan sesuai dengan jenis diklat yang diinginkan.

Adapun persyaratan khusus untuk DP-IV yaitu warga negara Indonesia, minimal memiliki ijazah SMP atau sederajat, usia tanggal 29 Juli 2016 tidak kurang 15 tahun serta tidak lebih 22 tahun, tinggi badan 160 cm dengan catatan memiliki tubuh proposional, tidak bertato, dan menindik anggota badan. Berkas yang harus disiapkan adalah mengisi formulir pendaftaran, foto copy ijazah terakhir atau surat keterangan telah mengisi UN yang dilegalisir, dan lainnya.

Ayis menambahkan para pendaftar tidak hanya dibatasi warga lokal saja namun dari seluruh Indonesia. "Semua bisa mendaftar.

Namun berpeluang besar adalah warga lokal karena memiliki tempat tinggal yang dekat dengan kantor BDP sehingga tak perlu membutuhkan usaha yang lebih saat memasukkan berkas dikantor," terangnya. Tahapan penerimaan siswa baru yaitu pendaftaran, seleksi berkas, pengumuman yang lolos berkas, pendaftaran kembali, mengikuti tes, dan selanjutnya pengumuman yang sudah diterima menjadi siswa angkatan pertama.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved