Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Plh Rektor Unima Ditemani Prof Tuerah

Pelaksana Harian Rektor Universitas Negeri Manado, Profesor Jamal Wiwoho disambut aksi damai, Selasa (17/5).

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
Tribun Manado
ratusan mahasiswa Unima menggelar unjuk rasa damai 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Hari pertama masuk kantor, Pelaksana Harian Rektor Universitas Negeri Manado, Profesor Jamal Wiwoho disambut aksi damai, Selasa (17/5). Ratusan mahasiswa tiba-tiba membentangkan spanduk berukuran besar bertuliskan "Selamat Datang".

Mereka sontak bersorak saat mobil Plh Rektor Unima memasuki halaman kantor pusat. Wiwoho didampingi mantan Rektor Unima Prof Philotheus Tuerah disambut juga senat, dosen serta staf kantor pusat Unima.

Meski berdesakan, namun perlahan Plh Rektor diantar masuk ke dalam kantor barunya. Dia dikawal ketat oleh anggota resimen mahasiswa (menwa) dan security. Sempat berbincang dengan senat, Wiwoho langsung diajak ke ruangan atas untuk mengikuti rapat dengan anggota senat.

Dia memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan diri kepada para senat sekaligus menjelaskan maksud dan tujuannya ditugaskan oleh Menristek Dikti. "Terima kasih saya sudah disambut dengan cara seperti tadi," ujarnya di depan para senat Unima.

Dijelaskan dia, kedatangannya ke Unima untuk menyelesaikan permasalahan Unima semasa kepemimpinan Rektor Prof Tuerah. Dia juga menyinggung masalah kelas jauh di Papua dan konsentrasi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM).

"Kita selesaikan masalahnya. Kalau sudah clear semuanya kemudian akan dilakukan pelantikan oleh Pak Menteri," ujar dia.

Plh Rektor menjelaskan, ia ditugaskan untuk memimpin sementara Unima sebagai pelaksana harian agar masalah administrasi terus berjalan.

Menurutnya, ada tim dari Kementerian sementera menelusuri permasalahan di Unima. "Namun sampai saat ini belum selesai masih sementara jalan," ujar Plh Rektor.

Beberapa anggota senat yang awalnya menolak Irjen Dikti sebagai Rektor Unima berubah pikiran. "Kami menerima kebijakan yang diambil Kemenristek Dikti terkait penunjukkan Plh, jajaran pejabat dan anggota senat mendukung," kata Prof Revolsen Mege, guru besar Unima.

Sementara rapat senat, ratusan mahasiswa di berdemo di depan kantor pusat. Mereka menyuarakan aspirasi termasuk mahasiswa IKM yang mempertanyakan status tempat belajar.

Mereka juga menyuarakan beberapa bentuk ketidakadilan di Unima selama masa kepemimpinan rektor yang lama.

Sayangnya Plh Rektor hanya menemui para senator dan dekan. Dia tergesa-gesa. "Saya ada acara," kata Wiwoho. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved