Inggrit dan Indry Resah Ujian Tertunda
Kebakaran terjadi di SMA N 2 Manado, Selasa (10/5) sekitar 00.15 Wita. Api terlihat melalap habis lantai dua sekolah di Teling ini.
Penulis: Finneke | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke wolojan
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kebakaran terjadi di SMA N 2 Manado, Selasa (10/5) sekitar 00.15 Wita. Api terlihat melalap habis lantai dua sekolah di Teling ini.
Menurut keterangan warga, api memang berasal dari ruang guru di lantai satu, lalu merembet ke lantai dua. Namun anehnya api malah membesar di lantai dua.
Warga langsung berhamburan ke jalan menyaksikan peristiwa ini. Dua unit pemadam kebakaran langsung datang ke TKP untuk memadamkan api. Sementara menunggu damkar lainnya.
Petugas sempat kesulitan memadamkan api. Karena jarak gedung dengan jalan lumayan jauh. Hanya satu damkar yang bisa masuk ke halaman depan sekolah.
Petugas berjaga-jaga agar api tak melalap sekolah di sampingnya yakni SMA N 7 Manado. Sebab api membesar di perbatasan sekolah ini. Sekolah ini juga berbatasan dengan SMP N 2 Manado yang sedang melaksanakan UN. Untung api tak sampai ke situ.
Api dengan cepat merembet gedung sekolah. Sekitar setengah jam setelah kebakaran, api telah menguasai 50 persen sekolah dua lantai ini.
Inggrit Sinadia dan Indry Sinadia, gadis kembar siswa sekolah tersebut hanya bisa meratapi sekolah mereka terbakar. Dari seberang jalan, Inggrit siswi XI IPS 4 dan Indri XI IPS 3 terus menyaksikan kelasnya di lantai dua terbakar.
"Aduh padahal bahan praktek mata pelajaran seni budaya ada di kelas. Kami baru saja mengumpulnya. Itu untuk nilai semester kami," ujar Inggrid.
"Rencananya karya yang kami buat akan dibuat pameran dan dijual. Itu dipajang di kelas, nilai satu-satunya untuk semester ini," tutur Indry.
Mereka bingung dengan asal mula api yang digadang-gadang dari ruang guru di lantai satu. Namun api malah merembet cepat di lantai dua sekolah.
"Katanya dari ruang guru. Yang terbakar ini kelas IPS dan IPS dan lab komputer," ujar keduanya sambol menunjuk-nunjuk ruangan tersebut.
Keduanya juga resah ujian kenaikan kelas dua pekan depan akan tertunda. Padahal mereka sudah mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
"Padahal tinggal minggu ini dan minggu depan kami belajar. Dua minggu depan ujian. Kalau begini bisa-bisa ditunda," ucap mereka prihatin.
Beruntung total lima mobil damkar yang diarahkan bisa menguasai api hingga pukul 02.30 Wita dini hari tadi.