Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kotamobagu Banjir Lumpur

Banjir lumpur. Itulah yang terjadi di Kelurahan Upai Kecamatan Kotamobagu Utara.

Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Hujan masih mengguyur Kotamobagu Foto (6/5) di Jalan Raya Kelrahan Molinow. 

Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Setelah hujan lebat yang membuat aliran sungai deras sehingga menghancurkan beberapa bagian sejumlah rumah di berbagai wilayah Kota Kotamobagu, bencana lain terjadi.

Banjir lumpur. Itulah yang terjadi di Kelurahan Upai Kecamatan Kotamobagu Utara pada (4/5) lalu.

"Banjir lumpur yang terjadi di Upai itu memang tidak mengakibatkan kerusakan rumah warga, namun halaman dan jalan raya penuh lumpur," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu Imran Amon kepada Tribun Manado, Minggu (8/5) pagi.

Lanjut Imran dari pantauan timnya, lumpur yang tertimbun di pertigaan Upai dan selokan sepanjang jalan Upai ke Sia itu merupakan material perbaikan jalan sia dan beberapa dari kali putih Moayag.

"Kita melakukan koordinasi dengan dinas pekerjaan umum mengenai kondisi selokan yang tertimbun lumpur dikarenakan ada papan peranca yang saat hujan jatuh dan membuat selokan tersumbat. Kita juga berkoordinasi dengan dinas tata kota agar dapat melibatkan truck damkar untuk membersihkan lumpur," ujar Imran.

Memang saat banjir lumpur tidak ada masyarakat yang mengalami cedera namun kepanikan ada.Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kotamobagu masih memberikan peringatan kepada masyarakat Kotamobagu akan waspada bencana. Karena akhir-akhir ini selain hujan deras angin kencang juga seringkali terjadi. "Masih dalam siaga darurat bencana sampai 31 Mei 2016," ujar Imran.

Bencana lain yaitu angin puting beliung juga terjadi di Desa Kobo Kecil pada hari yang sama (4/5). Lima rumah terdiri dari tiga rumah beton, satu rumah kayu, dan satu sementara dibangun disana hancur. Bagian atas tiga rumah diantaranya dibawa angin.

"Pada waktu itu Pukul 15.00 wita Yang menerjang itu adalah angin puting beliung berukuran kecil. Angin tersebut hanya lewat sekian detik saja. Jarak antar empat rumah diantaranya hanya tiga meter sedangkan jarak empat rumah dengan satu rumah lain 25 meter," ujarnya.

Saat itu BPBD turun ke lokasi dua jam kemudian yakni pada Pukul 17.00 wita. "Namun sebelumnya ada lima relawan di Kobo Kecil yang segera melakukan tindakan evakuasi masyarakat. Saat itu hujan terus turun. Kita sudah
periksa sebanyak 5 Kepala Keluarga terdiri dari 14 jiwa harus pindah untuk sementara waktu," ujar Imran.

Saat ini dikatakan Imran sudah dipasang tiga tenda keluarga dan sudah diberikan beberapa bantuan. "Kita juga sudah koordinasi dengan dinas kesehatan karena ada satu ibu hamil. Untuk bantuan seperti
selimut dan makanan instan sudah langsung diberikan setelah kejadian. Dinsos keesokkan harinya datang memberikan seragam sekolah dan kebutuhan lainnya," ujarnya.

Lanjut Imran selain itu nantinya dari Dinas PU juga akan melakukan perbaikan rumah yang rusak karena angin. "Di PU itu ada 296 RTLH yang akan dibangun. Dan dua diantara rumah yang rusak tidak masuk kriteria rumah tidak layak huni. Untuk itu saat ini pemerintah sedang mengusahakan agar lima rumah yang terkena bencana bisa diprioritaskan dulu," ujar dia.

Imran kemudian mengimbau kepada masyarakat agar dapat waspada. "Pandai-pandai membaca situasi alam. Sebaiknya tetap waspada jangan lengah," ujarnya.

Imran menambahkan untuk korban bencana di Tumobui dan beberapa wilayah lain di Kotamobagu itu saat ini untuk bantuan perbaikan kerusakan sedang dalam proses.

"Sudah ada penjuk dari wali kota untuk itu akan kita gunakan Dana Tak Terduga (DTT) sebesar Rp 250 juta di empat titik antara lain, Tumobui, Gogagoman, Kotobangon, dan Jalan Merdeka Matali. Ada yang Rp 30 juta, ada juga Rp 60 juta. Kita minta masyarakat korban bencana bersabar masih dalam proses," ujar dia.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved