Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nanu Kotamobagu Ini tak Malu Pakai Bahasa Mongondow

TAK sedikit remaja yang malu menggunakan bahasa daerah, namun tak demikian dengan Raras Kenanga Paputungan.

Tayang:
Penulis: Aldi Ponge | Editor:
TRIBUN MANADO/ALDI PONGE
Nanu Kotamobagu 2016, Raras Kenanga Paputungan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - TAK sedikit remaja yang malu menggunakan bahasa daerah, namun tak demikian dengan Raras Kenanga Paputungan.

Dia tak memungkiri sudah jarang terdengar remaja di daerahnya menggunakan bahasa Mongondow.

"Sebagian besar gengsi dan malu menggunakan bahasa Mongondow," ujar gadis yang fasih berbahasa Mongondow ini, Rabu (4/5/2016).

Dara kelahiran Kotamobagu 14 Maret 1995 ini memiliki mimpi agar bahasa ibu ini dapat terus dilestarikan. Menurutnya, keluarga perlu menanamkan budaya dan bahasa sejak usia dini.

"Sejak kecil papa dan mama mengajarkan bahasa Mongondow, dengan mereka sering berbicara dengan bahasa Mongondow. Kami anak-anak juga akan terbiasa," ungkap anak pertama dari dua bersaudara, putri pasangan Sapran Paputungan dan Sara Kaunang ini.

Dia mengapresiasi langkah pemerintah kota yang sudah menerapkan hari berbahasa Mongondow bagi pegawai negeri sipil pada setiap Kamis ini.

"Kalau bisa semua sekolah ada juga mata pelajaran bahasa Mongondow, sehingga bahasa dapat terus terpelihara" tutur gadis yang akrab disapa Yayas ini.

Peraih Nanu 2016 ini pun bertekad mempertahankan budaya leluhurnya dengan mengajak generasi muda dalam komunitas pencinta kebudayaan Mongondow.

"Predikat sebagai anu akan saya pergunakan untuk mengenalkan budaya dan wisata yang ada di Kota Kotamobagu.

"Budaya yang akan saya perkenalkan pertama adalah bahasa sedangkat wisata adalah kuliner khas," jelas gadis yang sehari-hari bekerja sebagai analis di Rumah Sakit Umum Daerah Kotamobagu ini. (tribun manado/aldi ponge)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved