Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Helda Kesulitan Cari Voucher Listrik Pintar

"Kalau kelupaan seringkali mati tengah malam. Ya, di sini sulit cari voucher listrik kalau sudah malam beda dengan di kota besar."

Penulis: | Editor:
TRIBUN MANADO/VALDY SUAK
Manajer PLN Rayon Ratahan Biner Simangunsong 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Masyarakat Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang ingin beralih langganan menggunakan layanan Listrik Pintar tak usah cemas dengan biaya.

Manajer PLN Rayon Ratahan Biner Simangunsong menjamin peralihan gratis alias tak dipungut biaya.

"Di Mitra baru 35persen warga yang menggunakan listrik pintar. Kami berharap lebih banyak lagi warga yang menggunakan listrik pintar. Peralihan pun gratis," kata Biner.

Menurutnya, dengan menggunakan listrik pintar masyarakat bisa lebih efisien dan mampu mengontrol penggunaan listrik secara maksimal.

"Kalau sebelumnya kan penggunaan tidak terkontrol, pembayaran bisa banyak. Tapi, kalau listrik pintar pengguna bisa memantau pemakaian listrik, tidak kawatir denda bulanan, tidak ada tanggal tempo pembayaran," dia menjelaskan.

Dikatakannya, seringkali para pelanggan kaget dengan jumlah tagihan bulanan saat hendak membayar tagihan listrik.

"Di situ kelebihannya. Dengan listrik pintar, pelanggan bisa kontrol sendiri pemakaiannya," katanya.

Meski begitu beberapa warga masyarakat di Mitra masih kesulitan menggunakan listrik pintar. Helda Kawoan warga Tosuraya misalnya, ia mengatakan seringkali kelupaan mengisi pulsa meter.

"Kalau kelupaan seringkali mati tengah malam. Ya, di sini sulit cari voucher listrik kalau sudah malam beda dengan di kota besar," katanya.

Ia mengatakan, dari perbandingan sebelum, setelah memakai listrik pintar tak jauh berbeda. "Kalau sebelumnya lebih praktis, bayar tiap bulan, tapi keuntungan listrik pintar bisa kontrol pemakain," katanya.

Lain lagi dikatakan Jein yang memiliki tempat indekos. Menurutnya memakai listrik pintar memang lebih hemat. "Tidak tahu kenapa tapi sejak pakai listrik pintar jadi jauh lebih hemat," katanya.

Sebelumnya ia mengaku bisa menghabiskan uang Rp 800-900 ribu perbulan untuk tagihan listrik, "Saat ini saya hanya habiskan uang Rp 600 ribu untuk biaya listrik," tandasnya. (tribun manado/valdy suak)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved