Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Buronan Polisi Terjun ke Danau Sineleyan

Tim Totosik meringkus komplotan penganiaya menggunakan pedang menyamai samurai di Kota Tomohon.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Telaga Sinelayan tertutup tumbuhan dan rumput liar. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Tim Totosik Polres Tomohon meringkus komplotan penganiaya menggunakan pedang menyamai samurai di Kota Tomohon.

Tiga nama yang masuk daftar buruan Tim Totosik atas laporan kasus penganiayaan akhirnya tertangkap.

Lagi asyik memancing, seorang tersangka berinisial RK (23) tak menyangka tim Totosik muncul untuk menangkapnya. Saking kaget, RK melompat ke Danau Sineleyan, Rabu (4/5) pukul 20.00 Wita.

Inspektur Dua Johny Kreysen Kepala Sub Bagian Humas Polres Tomohon mengungkapkan, tersangka sudah sebulan silam masuk daftar buruan.

Belakangan, Polres Tomohon menerima informasi RK tengah asyik memancing di Danau Sineleyan.

Menyadari kedatangan tim totosik, lelaki itu nekat lompat untuk menghindari kejaran tim Totosik.

"Anggota (Totosik) beri tembakan peringatan ke udara agar tersangka menyerahkan diri," katanya.

Perburuan malam hari itu sempat mengundang kehebohan di danau Sineleyan. Karena di waktu yang sama, lokasi itu dipadati warga tengah memancing.

"Banyak orang mancing di danau, mereka membantu Totosik. Semua pemancing sudah pegang kayu untuk mengusir tersangka yang berupaya berenang menepi untuk meloloskan diri," katanya.

Tak ada celah untuk meloloskan diri, tersangka akhirnya menepi di tempat Tim Totosik menunggunya di dermaga danau Sineleyan. "RK kemudian dibawa ke Polres Tomohon," katanya.

Komplotan ini diburu akibat aksi penganiayaan Korban Maruli Sihombing (28), warga Perum Uluindano Lingkungan II Tomohon Selatan.

Korban mengalami luka sobek di paha akibat ditebas menggunakan pedang samurai, selain itu ada juga luka di dada tangan.

Empat tersangka terlibat kasus penganiayaan ini mereka yakni FK (25), TL alias Moskow (20), RK (23), dan Kl.

FK dan TL sudah lebih dulu dibekuk bulan lalu. Mereka diburu hingga ke Perkebunan Kopra Desa Mapanget, Minahasa Utara dipimpin Aiptu Boby Rengkuan.

Sempat lolos dari kejaran Totosik, dua pemuda itu akhirnya berhasil dibekuk di Kelurahan Paslaten.

Menyusul Rabu (4/5) malam, giliran RK di Danau Sineleyan. Sementara Kl saat ini masih buron "Kami imbau tersangka menyerahkan diri, karena sampai dimana pun akan diburu. Kami meminta informasi dari masyarakat untuk keberadaan tersangka," kata Kreysen. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved