Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Siswa SMKN 1 Kotamobagu Buat Aplikasi Kamus Digital Bahasa Mongondow

Karya siswa jurusan multimedia ini terus disempurnakan untuk mendapatkan lisensi.

Penulis: Aldi Ponge | Editor:
TRIBUN MANADO/ALDI PONGE
Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Kotamobagu Jainuddin Damopolii mencoba kamus digital, aplikasi buatan siswa SMKN 1 Kotamobagu, di Alun-alun Boki Hotinimbang, Senin (2/5/2016). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kotamobagu menggelar pameran pendidikan di Lapangan Boki Hotinimbang Kotamobagu, Senin (2/5).

Kepala Disdikpora Kotamobagu Rukmi Simbala mengatakan pameran tersebut diikuti sekolah-sekolah di Kotamobagu mulai dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas dan sederajat.

"Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), kami menggelar berbagai lomba dan pameran ini," ujar Rukmini.

Pameran selama sehari ini dipamerkan beragam hasil kreatifitas siswa siswi. "Ada kerajinan tangan berbahan bekas dan temuan-temuan siswa," ungkapnya.

SMK Negeri 1 Kotamobagu menampilkan temuan siswanya yakni kamus digital Bahasa Mongondow.

Aplikasi ini sempat menarik perhatian Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Kotamobagu Jainuddin Damopolii.

Duo eksekutif ini mengetik kata Bahasa Mongondow dalam aplikasi. "Ini hasil karya siswa. Tahun lalu dalam SMK expo di Manado mendapat juara satu," kata pengajar bernama Ishak Stion.

Dia mengakui aplikasi tersebut belum sempurna. Belum banyak kata-kata yang dimasukan.

"Kita dibantu oleh budayawan dan menggunakan berbagai sumber untuk input kata-kata Mongondow yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia," bebernya.

Karya siswa jurusan multimedia ini terus disempurnakan untuk mendapatkan lisensi.

"Saat ini belum dikomersilkan tapi kedepan kita akan buat aplikasi ini khusus untuk telepon seluler," katanya.

Aplikasi ini diciptakan sebagai upaya pelestarian terhadap bahasa mongondow yang semakin merosot.

"Makin banyak generasi muda yang tak bisa lagi berbahasa mongondow. Kamus digital ini sebagai bentuk pelestarian bahasa," ungkapnya.

Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara mengapresiasi potensi bakat para siswa yang mampu menciptakan aplikasi kamus digital tersebut.

"Kalau kamus bahasa Mongondow sudah ada tapi aplikasi ke dalam teknologi ini yang baru. Tadi saya lama di situ (stand) untuk merespons sebagai wujud untuk memberikan kemudahan kita belajar bahasa Mongondow," kata dia.

Pemkot Kotamobagu akan memberikan dukungan dana untuk pengembangan aplikasi tersebut. Pemko pun akan membantu pihak sekolah untuk mendapatkan lisensi.

"Kita setiap saat mendukung inovasi yang berkembang. Ini positif. Memang belum semua bahasa Mongondow dimasukan," tegasnya. (tribun manado/aldi ponge)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved