Breaking News:

'Detektif' Ini Sebut Da Vinci Gunakan Model Pria dan Wanita untuk Melukis "Mona Lisa"

Dia menambahkan, model kedua bisa jadi Gian Giacomo Caprotti. Caprotti merupakan murid Da Vinci. Ia lebih dikenal dengan nama Salai.

Editor:
the guardian
Lukisan Mona Lisa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lukisan "Mona Lisa" seakan tak pernah usang dibicarakan. Kali ini, Silvano Vinceti yang mengaku sebagai detektif seni mengemukakan hasil 'penyelidikannya'.

Dikutip dari Guardian, menurut Vinceti, Leonardo DaVinci memakai dua model untuk melukis lukisan yang kini tergantung di Museum Louvre, Paris. Satu di antara modelnya adalah seorang pria.

Identitas perempuan yang jadi model sampai saat ini masih misteri. Ada yang mengatakan, model tersebut adalah Lisa Gherardini, istri pedagang sutra Florentine Francesco del Giocondo.

Vinceti mengatakan, ia menggunakan teknologi inframerah untuk memeriksa lukisan itu. Ia mengaku membuat temuan penting dalam lapisan pertama.

"Dalam lapisan tersebut kita dapat melihat bahwa dia tidak tersenyum dan tidak menyenangkan, tapi tampak melankolis dan sedih," kata Vinceti.

Dia menambahkan, model kedua bisa jadi Gian Giacomo Caprotti. Caprotti merupakan murid Da Vinci. Ia lebih dikenal dengan nama Salai.

Vinceti menggunakan Photoshop untuk membandingkan "Mona Lisa" dengan lukisan Da Vinci lainnya, termasuk "St Yohanes Pembaptis". Salai diyakini berpose juga sebagai model pada lukisan ini.

Dia kemudian menyimpulkan, "Jadi, dia (Da Vinci) menggunakan dua model dan menambahkan rincian kreatif yang berasal dari imajinasi sendiri,."

Menurutnya, Da Vinci menggunakan konsep androgini. Bagi Da Vinci. lanjut dia, manusia yang sempurna adalah kombinasi dari seorang pria dan wanita.

Vicenti dikenal karena teori kontroversial seputar Mona Lisa. Dia sebelumnya mengaku melihat ada inisial "LV" yang terlihat di pupil kanan Mona Lisa. Klaim Vicenti ditolak oleh para ahli di Louvre. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved