Masyarakat Boltim Butuh Air Bersih
Masyarakat Bolaang Mongondow Timur (Boltim) membutuhkan ketersediaan air bersih.
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID,TUTUYAN-Masyarakat Bolaang Mongondow Timur (Boltim) membutuhkan ketersediaan air bersih.
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim Argo Sumaiku mengakui banyaknya aspirasi masyarakat terkait usulan pembangunan fasilitas air bersih saat dewan melakukan reses beberapa waktu lalu.
"Pengadaan fasilitas air bersih yang dianggarkan melalui APBD sejak 2011 tak maksimal. Sebab hingga saat ini air bersih belum dinikmati maksimal oleh masyarakat," bebernya, pada Minggu (1/5).
Dia pun miris mengetahui adanya fasilitas jaringan air bersih yang tak dialiri air namun justru semut yang keluar karena kering.
Tak maksimalnya pengadaan air bersih tersebut karena kurangnya pengawasan baik dalam tahap awal hingga tahapan penyelesaian pengadaan air bersih.
"Selain masyarakat tidak bisa menikmati air bersih. Ini terkesan hanya penghamburan uang daerah karena dianggarkan setiap tahunnya," tuturnya.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Boltim Sjukri Tawil menjelaskan pengadaan air bersih sudah menjadi target nasional hingga 2019 dianggap zero. "Untuk Boltim sendiri akan mengupayahkan semaksimal mungkin sampai 2019 nanti semua masyarakat bisa menikmati air bersih," tegasnya.
Kedepan pemda berencana akan mengambil sumber mata air bersih dari Desa Kokapoy untuk disalurkan ke seluruh desa-desa di Boltim. Menurut hitungan pembangunan fasilitas tersebut akan menghabiskan dana hingga Rp 40 miliar yang akan dialokasikan melalui APBD dan APBN.
Diketahui tahun ini pemda akan membangun sejumlah instalasi air bersih di beberapa desa seperti di Desa Molobog senilai Rp 550.000.000, Desa Atoga Rp 246.000.000.
Selain itu, akan dibangun pula jaringan air bersih di Desa Kokapoi dan Kokapoi Timur sebesar Rp 1.246.670.000, Desa Sumber Rejo Rp 1.759.440.000, dan Desa Buyat Rp 2.055.346.200 serta optimalisasi air bersih IKK Tutuyan senilai Rp 200 juta. Pemda juga membuat tiga sumur bor di Desa Dodap yang anggarannya sekitar Rp 500 juta. (Ald)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/air-bersih-bolmong_20150921_182220.jpg)