Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Feybe Optimis Pendidikan di Minahasa Buat Siap Hadapi MEA

Dunia pendidikan dinilai merupakan satu di antara faktor penentu kemajuan bangsa.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor:

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO- Dunia pendidikan dinilai merupakan satu di antara faktor penentu kemajuan bangsa, apalagi saat ini Indonesia telah masuk dalam era MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) yang menuntut daya saing bagi setiap anak bangsa.

Sehingga momentum hari pendidikan nasional tahun 2016 ini dianggap sangatlah penting untuk merefleksikan kembali upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia yang tentunya berdampak di Minahasa daerah yang menjadi tanah Sam Ratulangi dengan filosofi Sitou timou tumou tou.

"Jika dicermati telah banyak upaya Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia dalam memperbaiki kualitas Pendidikan di Indonesia dan tentunya harus terus diapresiasi oleh dunia pendidikan di Indonesia," ujar Feybe Sanger Wakil ketua Komisi II DPRD Minahasa, Minggu (1/5).

Beberapa perubahan yabng dinilai positif di antaranya Ujian Nasional (UN) bukan lagi sebagai penentu kelulusan siswa tetapi sebagai pemetaan kualitas pendidikan.

"Sehingga UN bukan lagi hal yang menakutkan dan siswa, dampaknya mereka menjawab setiap soal dalam UN dengan rileks," jelaanya.

Selain itu menurutnya kelulusan bukan hanya ditentukan oleh 3 atau 4 Hari pelaksanaan UN melainkan penilaian secara komprehensif terhadap siswa selama dia di bangku pendidikan, dalam hal ini aspek tingkah laku menjadi hal yang harus di perhatikan oleh sekolah.

"Sekarang juga, jika peserta didik mendapat hasil ujian kurang maka dia memiliki kesempatan untuk memperbaiki dan mengambil ujian ulang, sehingga UN bukan lagi sebagai hakim tetapi sebagai alat pembelajaran," ujarnya.

Ia menambahkan, diberlakukannya Ujian ulang dalam UN yang membuka kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki capaian nilai.

Mulai di berlakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejak tahun lalu, dan semakin banyaknya sekolah di Indonesia yang memberlakukan UNBK juga merupakan hal positif untuk mengetahui tingkat kejujuran hasil UN.

"Sebab dengan UNBK kemungkinan soal terlambat datang sangat minim,pengumpulan dan penilaian pun jauh lebih mudah, serta hasil evaluasi dari UN tahun 2015 lalu tingkat kecurangan pada UNBK adalah Nol sedangkan tingkat kecurangan yang di temukan pada pelaksanaan UN berbasis pensil dan kertas jumlahnya bervariasi," jelas dia.

Dijelaskanya bahwa Kemendikbud nantinya akan mengumumkan indeks integritas yang rendah, dan tahun lalu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah mengumumkan sekolah yang indeks integritas tinggi yaitu indeks yang menunjukkan kejujuran siswa dan sekolah dalam pelaksanaan UN di tahun 2015 dan tahun 2016 ini Kemdikbud membuat hal yang serupa.

Untuk sekolah yang Indeks integritas rendah akan mendapatkan pembinaan dan menjadi bahan evaluasi bagi orang tua untuk memasukkan anak mereka ke sekolah.

Menurutnya, dalam konteks kemajuan pendidikan di Minahasa patut diapresiasi berbagai upaya yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah kabupaten Minahasa seperti perbaikan infrastruktur pendidikan di tanah Minahasa.
"Perubahannya sangat terlihat dan begitu dirasakan oleh siswa," jelasnya.

Ditambah lagi jiwa pendidik tetap masih menjadi bagian dari Bupati Minahasa Jantje Sajow yang juga adalah ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebab sebelum terpilih, Bupati adalah seorang guru yang berpengalaman

"Saya optimis bahwa dunia pendidikan di Minahasa dengan wilayah yang sangat luas ini akan tetap maju di era MEA , selamat Hari Pendidikan untuk seluruh stake holders pendidikan di Minahasa," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved