Kadisperindag Sulut Tanam Padi di Tondano
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara Yenny Karouw rela kotor turun ke sawah di Tondano
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara Yenny Karouw rela kotor turun ke sawah di Tondano Selatan untuk menanam padi, dalam kegiatan fasilitasi demplot pengembangan produk pupuk organik cair di kabupaten Minahasa, Kamis (28/4).
Kegiatan yang dilakukannya bersama dengan beberapa kepala bidang di Disperindag Sulut, Danramil Tondano, Camat Tondano Selatan, unuk mempromosikan produk pupuk cair organik (PCO).”Kami melakukan uji coba penggunaan PCO di Minahasa,” jelas Yenny.
Ia menambahkan, sebenarnya pekerjaan dari Disperindag bukanlah untuk menanam melainkan menjual dan mempromosikan.”Kita datang menanam dengan tujuan untuk mengenalkan produk PCO, dan diharapkan bisa meningkatkan produksi padi di Minahasa,” jelasnya.
Sebab menurutnya selama ini pupuk unorganik terdapat di pasar dengan harga yang cukup mahal sehingga coba dibuat pupuk organik cair.”Kami harapkan suatu saat nanti PCO bisa dipasarkan,” jelas dia.
Diharapkannya agar apa yang sudah dibuat dan dikerjakan diperlukan keikhlasan dari mulai pendampingan hingga melakukan produksi.”Kita melakukan pendampingan mulai dari pembibitan, penanaman, hingga panen, untuk melihat hasil dari penggunaan produk PCO tersebut,” jelasnya.
Produk PCO ini menurutnya merupakan pupuk dari bahan organik yang dibuat dari tumbuhan dan kotoran hewan.”Kita masih uji coba belum diproduksi banyak, nanti kalau sudah dilihat hasilnya bagus, baru kita produksi masal dengan pemberian label,” ujarnya.
Dijelaskannya, bahwa saat ujicoba di tempat lain hasil yang dicapai dalam satu hektare bisa mencapai 10 ton.”Sekarang semua cenderung ke organik makanya kita mau kembali ke bahan alam, dan saya berharap agar apa yang dikerjakan bisa memberikan manfaat meningkatan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Selain itu ia juga berharap agar apa yang dilakukan saat ini bisa menjadi contoh untuk daerah lainnya.”Jadi tempat belajar dan petani bisa mandiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk di wilayah Tondano nantinya akan ada tempat untuk produksi PCO di Koya, namun sekarang sementara dalam pembangunan. (amg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/masyarakat-bolmut-tanam-padi_20150922_184714.jpg)