Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gadis 12 Tahun Ini Terus Berlari 16 Km untuk Selesaikan Lomba 5K

Bocah ini terus berlari untuk mencapai garis finish, kendati ia telah menempuh 16 km di jalur yang salah.

Tayang:
Editor:
WHEC
LeeAdianez Rodriguez, bocah 12 tahun, yang berlari 16 km, padahal hanya mengikuti lomba 5K. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - LeeAdianez Rodriguez bukan anak yang pantang menyerah. Bocah ini terus berlari untuk mencapai garis finish, kendati ia telah menempuh 16 km di jalur yang salah.

Lee (12) merupakan peserta lomba lari 5K di Kota Rochester, Amerika Serikat, pada hari Minggu lalu. Jarak yang harus ia tempuh sebenarnya lima kilometer saja. Tapi, apa yang terjadi?

Lee berpikir ia terlambat untuk lomba itu. Seperti dilaporkan WHEC, Lee pun ikut berlari dengan rombongan terakhir dari para peserta.

Namun kemudian, ia merasa ganjil saat garis finish belum kelihatan juga. Dia kemudian bertanya kepada seorang perempuan yang berada di sebelahnya.

"Dia mengatakan ia merupakan peserta lari maraton 13 mil (20 km). Saat itulah saya menyadari, saya berada dalam kelompok yang salah," kata Lee.

Ternyata, Lee justru datang lebih awal mengikuti perlombaan untuk 5K. Namun demikian, ia hanya ingat apa yang telah ia pelajari selama pelatihan 5K untuk terus berlari.

"Aku terus berlari. Aku sadar setelah beberapa saat aku hampir menyelesaikan setengah maraton. Aku mengatakan, aku akan menyelesaikan ini. Aku akan terus (berlari),'" kata Lee.

Bahkan ketika kakinya sudah merasa sakit, Lee terus berlari. Sementara itu, ibunya, Brendalee Espada yang menunggunya di garis finish 5K, panik.

"Mereka (panitia) memeriksanya, dan bahkan ia (Lee) tak ada dalam rombongan di garis start. Saat itu, aku sangat khawatir. Aku sampai menangis," kata Espada.

Polisi pun mencari Lee. Seorang polisi akhirnya menemukan Lee yang sedang berlari.

"Polisi ini datang dengan sepeda motor dan berkata, 'keluarga kamu mencarimu. Mereka sedang menunggu.' Aku berkata, 'Aku tahu, tapi aku akan terus,'" kata Lee.

Lee mengaku sangat senang bisa berlari jalur yang benar.

"Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya tapi saat itu waktu sepertinya membeku. Aku merasa sepertinya berada di puncak dunia," kata Lee.

Sang Ibu, Espada, pun sangat senang saat melihat putrinya. "Aku hanya ingin memeluknya dan tidak membiarkan dia pergi. Ini mengagumkan. Ini adalah kejutan besar bagi kami," kata Espada.

Lee memang luar biasa mengingat ia baru berlatih dua bulan. Itu pun hanya berlatih untuk lomba 5K. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved