Jangan Konsumsi Hewan Yang Sakit
Antraks paling sering menyerang hewan berdarah panas, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, dan kuda.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Warstef Abisada
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO -- Zulkan Pohontu, Kepala Bidang Peternakan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara berharap masyarakat tidak menkonsumsi hewan, terutama sapi yang sedang sakit. Sebab, dapat mencegah terjadinya penularan penyakit termasuk Antraks kepada masyarakat.
‘’Antraks paling sering menyerang hewan berdarah panas, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, dan kuda. Jadi, jika hewan-hewan tersebut sakit, baiknya jangan dikonsumsi, sebab bisa saja ada Antraks didalamnya,’’ kata Zulkan.
Penularan Antraks kata dia sangat mudah ke manusia, yakni bisa melalui kontak luka pada kulit dengan hewan yang tertular, melalui saluran pencernaan akibat mengkonsumsi hewan yang mengandung kuman Antraks, dan melalui saluran pernafasan akibat menghirup spora Antraks.
‘’Gejala umum yang timbul jika diserang penyakit ini pada hewan, adalah sesak nafas, demam tinggi gemetar, kejang, dan rebah diikuti kematian. Bahkan, menjelang kematian hewan biasanya keluar daerah berwarna hitam yang tidak membeku dari lubang hidung, mulut, telinga, anus, dan alat kelamin,’’ jelasnya.
Sedangkan pada manusia, gejalanya pada kulit bisa timbul bungkul merah pucat yang berkembang menjadi kehitaman dengan cairan bening berwarna merah. Bila bungkul pecah akan menjadi koreng, dan jika tidak diobati akan menyebabkan kematian akibat septicaemia.
‘’Pada pernafasan akan mengalami sesak di daerah dada, batuk, dan demam. Dan khusus pada pencernaan akan terjadi nyeri dibagian perut. Jadi harus segera kedokter, sebab pasien nantinya akan diisolasi dan ditangani secara khusus,’’ tukasnya.