Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dorong Pertumbuhan LKM dan Laku Pandai, OJK Sulut Gandeng GMIM

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut melakukan sosialisasi pengembangan keuangan mikro di Sinode GMIM

Penulis: | Editor: Fernando_Lumowa
TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH
Kepala Sekolah SMA 9 Manado Mediatrix Ngantung mengungkapkan terima kasih kepada BEI yang telah memberikan bantuan kepada sekolah yang dipimpinnya, Rabu (12/8). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut) melakukan sosialisasi pengembangan keuangan mikro di Sinode GMIM.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto mengatakan, sosialisasi ini dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan ke masyarakat.

"Kami melakukan sosialisasi ke masyarakat agar nantinya ada lembaga keuangan mikro di Sulut terdaftar di OJK," ujar Waluyanto usai sosialisasi di kantor Sinode GMIM, Tomohon, Senin (25/4).

Menurut dia, sampai dengan April 2016 pihaknya mengeluarkan 56 izin untuk Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Jumlah itu tersebut tersebar diberbagai provinsi yang ada di Indonesia, diantaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat dan Banten. "Sedangkan Untuk Sulawesi Utara sampai saat ini belum ada LKM yang terdaftar di OJK," Katanya.

OJK mendorong agar Sinode GMIM menjadi pelopor pendirian LKM yang memiliki izin. Dengan pemberdayaan yang dilakukan diharapkan mampu memberdayakan umat untuk kesejahteraan bersama.

Dengan berdirinya keuangan mikro diharapkan dapat memberikan bantuan modal kepada umat yang sedang membuka usaha. "Dengan demikian efek dari pemberian modal tidak hanya dorasakan oleh yang menerima saja, melain juga masyarakat sekitar" tuturnya.

Jika nantinya LKM berdiri dan mendapatkan izin dari OJK, akan diberikan berbagai pelatihan-pelatihan. Berkembangnya LKM akan berdampak kepada permodalan yang lebih besar lagi kepada jemaat.

Selain itu, dalam keuangan inklusif OJK akan menyinergikan antara LKM dengan lembaga keuangan lainnya, yang berada dalam pembinan dan pengawasan, seperti perbankan. "Dengan demikian diharapkan kedepannya LKM dapat mejadi agen bank dalam hal Laku Pandai. Atau pun menjadi agen asuransi ," tutur Waluyanto.

Sedangkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut Elynus Pongsoda mengungkapkan mendorong perbankan untuk memperluas Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) di daerah yang jauh dari jangkauan kantor bank.

"Prioritas kami di 2016 satu di antaranya dengan perluasan agen Laku Pandai, untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari kantor perbankan," ujarnya.

Apalagi Sulawesi Utara merupakan daerah kepulauan yang seringkali daerah-daerah tersebut terbatas akses perbankan. Dengan ketersediaan agen Laku Pandai akan sangat membantu masyarakat.

Untuk di Sulut baru dua bank yang secara resmi menjalankan perluasan agen laku pandai, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI). Agen laku pandai dari kedua bank BUMN tersebar hingga di kabupaten kepulauan seperti Sangihe, Sitaro hingga Talaud. (erv)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved