Bayi Empat Hari Luput dari Pembantaian, Delapan Orang Tewas Mengenaskan
Satu di antara korban adalah seorang perempuan muda yang baru empat hari melahirkan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pihak berwenang di Ohio, Amerika Serikat, Sabtu (23/4/2016), merilis rekaman yang berisi laporan mengerikan ke nomor darurat 911.
Seperti dilaporkan NBC News, sebanyak delapan anggota keluarga tewas dibunuh!
Laporan pertama masuk Jumat pukul 07.49 waktu setempat. Penelepon mengaku saat tiba di rumah tidak menemukan kunci. Namun, saat dia masuk, ia melihat iparnya terbaring di lantai.
"Ada darah di seluruh rumah! Ipar saya di kamar tidur. Sepertinya seseorang telah memukulnya dengan sangat keras."
Demikian suara perempuan yang mengaku bernama Bobbi kepada petugas operator 911 melalui telepon. Napasnya terengah-engah diselingi suara tangisan.
"Ada darah di seluruh selimut," kata dia melanjutkan.
Laporan berikutnya pukul 1.26 siang dari seseorang bernama Kenneth Rhoden. "Saya menemukan sepupu saya dengan luka tembak," kaya dia.
Korban merupakan keluarga Rhoden. Tujuh orang dewasa dan satu remaja yang masih berumur 16 tahun. Polisi menegaskan tak satu pun meninggal karena bunuh diri.
Adapun nama-nama korban adalah Hannah Gilley (20), Christopher Rhoden Sr (40), Christopher Rhoden Jr (16), Clarence "Frankie" Rhoden (20), Dana Rhoden (37), Gary Rhoden (38) Hanna Rhoden (19) dan Kenneth Rhoden (44).
Mike DeWine dari Kejaksaan Ohio mengataka, mereka telah melakukan olah tempat kejadian.
Satu di antara korban adalah seorang perempuan muda yang baru empat hari melahirkan. Dia terlentang di antara bayi dan dua balita berumur enam bulan dan tiga tahun yang lolos dari pembunuhan.
Polisi belum menemukan tersangka pada kasus pembunuhan di Piketon yang berada di Cincinnati. Sepanjang malam, polisi telah menginterogasi 30 orang.
DeWine mengatakan mungkin ada beberapa tersangka."Mungkin ada satu, mungkin ada dua, mungkin ada tiga, kita tidak tahu," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rekaman_20160424_222055.jpg)