Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BLH Manado Minta Tiap Rumah Tanam Satu Pohon di Halaman

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Manado meminta agar tiap rumah menanam satu pohon di halamannya.

Penulis: | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Peringati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2016, selain kerja bakti Badan Lingkungan Hidup (BLH) Manado meminta agar tiap rumah menanam satu pohon di halamannya. Hal tersebut untuk membantu menjaga kualitas udara dan air di Kota Manado yang tiap hari berubah karena pertumbuhan kota.

"Memang untuk mengukur kualitas udara kita bisa melihat langit, jika masih terlihat biru berarti banyak oksigennya. Jadi tanamlah satu pohon untuk 1.000 kg oksigen,"jelas Kaban BLH Bismark Lumentut, Jumat (22/04).

Menurut dia alat ukur kualitas udara milik mereka sedang rusak akibat banjir beberapa tahun silam. Namun mereka akan berupaya untuk segera memperbaikinya, sehingga akan disesuaikan kebutuhan oksigen masyarakat kota dengan ketersediaan pohon dan taman kota sebagai penyaring udara.

"Sudah jelas, jika banyak pohon hijau maka oksigennya juga berkualitas,"jelasnya.

Mereka berencana akan kembali meremajakan pepohonan di pembatas jalan serta di taman kota. Sebab menurut mereka penebangan tanpa ijin sudah dilakukan oleh warga. Dan jika ditemukan maka akan dibebankan dengan perda tahun 2002, yang berisi tentang larangan penebangan.

"Jangan sampai kita beli udara bersih, selagi masih bisa di jaga maka lakukan tugas anda,"jelas Kaban.

Ia juga sudah menyurati ke beberapa pusat perbelanjaan besar, yang banyak menggunakan lahan perkotaan. Sebab sesuai aturan 30 persen dari lahan tersebut adalah lahan hijau sebagai penyeimbang.

"Kami akan menyampaikan hal ini kepada Dinas Tatakota, agar taman kota semakun diperbanyak. Jangan sampai mendengar suara burung berkicau menjadi sesuatu yang langka bagi warga perkotaan,"terangnya.

Selain itu ia menyinggung tentang keberadaan beberapa bak sampah yang mulai menghilang. Bahkan ditambah dengan tidak tepat waktunya masyarakat untuk membuang sampah.

"Bukan cuma masyarakat, paling banyak mobil pemerintah yang membuang sampah sebelum ke kantor. Hal tersebut akan menjadi perhatian kami,"jelasnya.

Menurut dia tindakan tersebut akan dikenakan tidak pidana ringan (tipiring), apalagi yang melakukan hal tersebut adalah pemerintah sebagai pemberi contoh. Oleh karena itu harus ada pengawasan dari masyarakat secara langsung.

"Kapan mau bersih kalau seperti ini, coba masyarakat potret pelaku yang buang sampah bukan pada jamnya, maka kami akan melayangkan surat peringatan,"jelasnya.

Ia berharap agar sampah plastik dan organik dikelompokan, kemudian tidak boleh dibuang sembarangan. Sebab menurut dirinya proses penguraian sampah plastik butuh beribu - ribu tahun, dan kalau diperbiasakan maka perubahan panas global akan leboh cepat terjadi.

"Cintai lingkungan, jangan sampai menyesal dikemudian hari karena perubahan cuaca dan biologi bumi,"tukasnya.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved