Pelajar MIS Terkesima Sosok Desi Anwar
"Keren sekali sangat menginspirasi, dari penjelasannya memang betul lebih terpikir enak membaca," ujar Chiquita Wijaya
Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado, Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seluruh peserta English Week bertajuk Critical Reading and Creative Writing persembahan dari High School English Departement Manado Indpendent School (MIS), terkesima dengan cerita Desi Anwar yang memberi motivasi, di High School MIS, Jalan Walanda Maramis Kecamtan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (21/4/2016).
Dua siswi Kelas 10 High School MIS yang duduk di barisan depan mengaku ingin segera ingin membeli buku.
"Keren sekali sangat menginspirasi, dari penjelasannya memang betul lebih terpikir enak membaca," ujar Chiquita Wijaya (15) yang saat itu duduk bersebelahan dengan Jessica Widjanarko (15).
"Iya benar, ada buku saya baca dan berimajinasi bahwa karakternya berambut panjang, malah di film rambutnya pendek," tutur Jessica.
Menurut Desi Anwar, Senior Anchor, yang lama bergelut di bidang berita televisi ini, membaca buku lebih menarik daripada menonton pemutaran filmnya.
"Books a magic, karena kalau menonton otak kita tak berimajinasi. Gambar sudah ada, dan sebagainya," terang wanita yang memulai karirnya sebagai reporter sejak 1990 ini.
Ia menambahkan, dengan membaca buku mengetahui cara kerja otak itu sangat hebat.
"Untuk menjadi penulis yang baik itu harus menjadi pembaca yang baik," pungkas dia.
Dalam event itu, berbagai penampilan hebat dari para pelajar MIS baik dari middle school hingga high school antara lain opera yang menggambarkan karakter dalam buku seperti Romeo and Juliet dalam bentuk literary cosplay, kolintang, instrumen saxophone, dan sebagainya.
"Jadi banyak yang sulit berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, jadi kami hadirkan Desi Anwar yang memiliki pengalaman di beberapa tempat di luar negeri untuk memberi motivasi," ungkap Vice Director & Principal of High School MIS Vijaya Kumar Kollabathula.
Dengan hadirnya Desi sebagai sahabat mereka, ia ingin menanamkan minat membaca dan menulis sejak dini.
"Kami ingin siswa-siswa menjadi pembaca yang kritis, makin banyak membaca makin banyak ilmu," harap pria berdarah India ini.
Di bagian belakang ruangan tempat penyelenggaraan event itu, mereka juga mengundang Toko Buku Gramedia untuk memamerkan sejumlah buku-buku bagi para pengunjung.