Ada Aksi Teatrikal di Peringatan Hari Kartini SMK 5 Manado
Sambut hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2016, maka SMK 5 Manado mengelar berbagai kegiatan perlombaan.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sambut hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2016, maka SMK 5 Manado mengelar berbagai kegiatan perlombaan.
Kegiatan ini dibuka dengan upacara bendera bertemakan perjuangan Ibu Kartini. Dengan menggunakan seragam batik cokelat para siswa membentuk barisan, dan kali ini istimewanya pemimpin upacara dan pengerek bendera serta pembaca Undang - Undang Dasar 1945 adalah perempuan.
Dalam upacara tersebut mereka menyanyikan lagu lagu bertemakan perjuangan Kartini. Meski beberapa kali tidak senada tapi mereka penuh semangat menyanyikan lagu tersebut sebagai pentuk penghargaan untuk pejuang perempuan ini.
Menurut Pembina Osis Anita Tumanken Spd mewakili Kepala Sekolah SMK 5 Gratianus Sentinuwo Spd, dalam rangka menghormati hari Kartini maka mereka mengelar berbagai kegiatan seperti mengaktraksikan perilaku Kartini saat ia masih hidup. Kemudian diadakan beberapa perlomban yang mengangkat derajat kaum perempuan seperti fasion show.
"Makna hari Kartini ini adalah perempuan tidak ingin dilecehkan, melainkan diperlakukan sama dengan derajat laki - laki. Bagi kami guru - guru posisi kami sebagai wanita tidak dipandang sebelah mata oleh laki - laki, di mana kami juga harus mendapat hak hidup yang sama,"jelas Anita.
Sementara itu siswa berprestasi yang ikut dalam kegiatan ini mengatakan sangat senang menyambut hari Kartini, dimana sudah dilakukan teatrikal singkat Kartini memeperjuangkan harkat wanita lewat pendidikan. Apalagi bagi dia siswa perempuan harus tahu apa saja yang dilakukan oleh pejuang ini.
"Jadi tadi kami mengatraksikan bagaimana perlawanan Kartini agar perempuan itu tidak hanya diam dirumah melainkan bersekolah,"jelas Rivaldo Pangau sebagai Ketua Osis.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Erlivia Pande wakil Osis. Menurut dia semua siswa menyambut hari tersebut dengan gembira. Dimana saat ini mereka sebagai siswa harus menyayangi budaya dan terus mencintai keberagaman yang ada di Indonesia. Apalagi perempuan juga punya kemampuan berpikir tidak kalah dengan laki - laki.
"Sebagai perempuan kita tunjukan bahwa kita mampu. Lihat saja perempuan juga pernah menjadi Presiden, ataupun pemimpin jajaran Pemerintahan,"jelas Erlivia.
Sementara itu menurut Demsi Takasihaeng guru olah raga dan juga panitia perlombaan, perempuan itu harus keras dan mandiri. Mampu berdiri di kaki sendiri, sehingga mampu memimpin dan memunculkan generasi berprestasi.
"Pada momen ini kita memperingati betapa kuatnya bangsa kita, dimana diberikan kesetaraan antara laki - laki dan perempuan di dunia sosial. Dengan demikian wanita juga menjadi roda pendorong kemajuan bangsa,"jelas Demsi.
Sementara itu kegiatan perlombaan terus berlanjut, dimana memperlombakan olah raga bola Voly, tenis meja, dan fasion show. Tujuannya memberikan semangat belajar bagi para siswa agar menjadi generasi yang bisa diandalakan oleh Negara, baik dari segi kemampuan maupun cara berpikir.
"Bagi kami bukan hanya pria yang bisa sukses, melaikan wanita juga,"tukas Demsi.