Kowaas Ajukan Pledoi di PN Manado

Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado JRK alias Kowaas mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang di Pengadilan Negeri

Kowaas Ajukan Pledoi di PN Manado
NET
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado JRK alias Kowaas mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Selasa (19/4).

Di depan Majelis Hakim Vinchenitus Banar, ia menyebut bahwa dirinya tidak pantas menjalani ancaman hukuman dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebab selama menjabat sebagai Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado, ia telah memenuhi tanggungjawabnya sesuai Tupoksi.

"Dengan ancaman hukuman ini, saya merasa keberatan. Sebab selama saya menjabat sebagai Dirut PD Pasar, kesejahteraan semua karyawan selalu dipenuhi dengan pembayaran gaji dan THR," ujarnya.

"Serta dengan segala pembenahan yang telah saya lakukan, membuat PD Pasar menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saya setorkan ke Pemko Manado sebesar Rp 2,6 Miliar," lanjut Kowaas.

Ia yang didampingi Penasehat Hukum Dety Lerah pun meminta kepada hakim agar supaya membebaskannya dari segala tuntutan JPU.

"Dengan pembelaan ini, saya minta kepada hakim agar kiranya saya dibebaskan dari segala jeratan hukum, yang diberikan JPU kepada saya," ujarnya.

Usai membacakan pembelaan, Kowaas pun meminta kepada JPU agar tidak tebang pilih dan terus mengusut tuntas perkara ini. Ia pun menantang JPU, untuk segera menyeret mantan Dirut PD Pasar Didi Syafei ke Pengadilan.

"Saya ingatkan kepada jaksa agar jangan tebang pilih dalam menangani kasus ini. Sebab yang seharusnya yang bertanggung jawab dalam kasus ini adalah mantan Dirut Didi Syafei," bebernya.

Sebab, kata Kowaas, selama dia menjabat sebagai Dirut, tidak ada PAD yang disetorkan ke Pemko. Didi juga tidak pernah memasukan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ).

"Sedangkan kalau ditelusuri, semasa Didi menjabat Dirut, ada pemasukan Rp 14 Miliar. Malahan Didi meminjam uang ke pihak Bank sebesar Rp1,2 Miliar," tandas Kowaas.

Pada sidang sebelumnya, JPU Pingkan Gerungan menuntut Kowaas dengan hukuman penjara selama tiga tahun enam bulan penjara.

Dalam dakwaan JPU, kasus ini bermula pada tahun 2012 hingga 2013 tanpa pesetujuan Direksi, Kowaas melakukan peminjaman kepada pihak ke tiga sebesar Rp 700 juta dan Rp 85 juta dengan bunga pinjaman sebesar 20 persen.

Uang tersebut, digunakannya untuk kepentingan dirinya dan tidak didukung dengan bukti-bukti kwitansi-kwitansi pengeluaran dana. Serta tidak dicatat sebagai biaya operasional Direktur Utama. Dokumen fiktif pun dibuatnya. 

Penulis: Finneke
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved