Merisa Prang Antusias Ikut Pemilihan Uyo Nanu Kotamobagu
Pemilihan Uyo Nanu Kota Kotamobagu atau disingkat PUNKK tidak hanya diikuti oleh putra putri dari Kota Kotamobagu.
Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Handika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU - Pemilihan Uyo Nanu Kota Kotamobagu atau disingkat PUNKK tidak hanya diikuti oleh putra putri dari Kota Kotamobagu, sejumlah putra putri dari daerah lain pun ikut berpartisipasi pada ajang ini.
Merisa Prang (18) misalnya calon peserta dari Imandi Kabupaten Bolmong. Meski berasal dari luar Kotamobagu dirinya sangat antusias mengikuti proses seleksi tahap dua PUNKK.
"Saya ikut ajang ini yaitu ingin mengembangkan diri," ujarnya kepada Tribun Manado saat ditemui di Kantor Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata, Komunikasi, dan Informasi (Dishubbudparkominfo), Senin (18/4) pagi.
Lanjut Merisa mengikuti ajang PUNKK ini dirinya ingin pergaulannya itu dengan hal baik. "Dengan mengikuti ajang ini saya masuk dalam lingkungan yang baik. Melihat teman-teman yang sudah mengikuti ada tahun sebelumnya memang banyak hal positif yang didapatkan," ungkapnya.
Saat ini panitia PUNKK sudah menutup pendaftaran gelombang kedua PUNKK dan saat ini sudah dilaksanakan seleksi tahap dua."Ada 15 perempuan dan 21 laki-laki calon peserta yang diseleksi tahap dua.
Sedangkan total peserta dari gelombang pertama yakni ada 47 laki-laki dan 54 perempuan jumlahnya 101," ujar Kabid Kebudayaan Dishubbudparkominfo Kotamobagu Ferdinand.
Adapun beberapa hal yang dinilai pada seleksi tahap dua antara lain seleksi administrasi, tinggi badan, kemampuan berbahasa Mongondow, bahasa Inggris dan tes pengetahuan.
"Pengumuman siapa yang lolos seleksi nanti pada Rabu (20/4) akan dipilih 30 orang terdiri dari 15 laki-laki dan 15 perempuan," ujar Ferdinand.
Kadishubbudparkominfo Agung Adati mengatakan jumlah pendaftar tahun ini ada peningkatan dibanding tahun lalu yang hanya 80 orang. "Tahun ini ada peningkatan dari tahun sebelumnya hanya 80 pendaftar kini ada 101 pendaftar," ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan pemilihan Uyo Nanu tahun 2016 akan lebih baik lagi.
"Tak hanya dari aspek kuantitas peserta melainkan juga kualitas dari hasil seleksi. Memang ada yang sedikit berbeda yakni bahasa Mongondow menjadi satu syarat bagi peserta. Ini menjadi bentuk komitmen pemerintah Kota Kotamobagu untuk melestarikan budaya daerah," ujar Agung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/finalis-uyo-nanu-bolmong-2016_20160317_183825.jpg)