Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Maxi I Manewus, 14 Tahun Berjuang Hingga Jadi Pastor

Di depan kantor desa itu, mereka menepukkan tanaman Tawaang ke tubuhnya sebagai tradisi adat warga setempat.

Tayang:
Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor:
TRIBUNMANADO/ALEXANDER PATTYRANIE
Maxi Ignatius Manewus, warga Desa Maumbi Kabupaten Minahasa Utara (Minut) pertama menjadi pastor setelah ditahbiskan beberapa waktu lalu oleh Mgr Josef Suwatan MSC. Minggu (17/4), ia pun disambut Umat Katolik Paroki Santa Ursula Watutumou dan pemerintah setempat. Hari Minggu itu menjadi hari Minggu Panggilan menurut kalender liturgi Gereja Katolik 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alfa Patiranie

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI  - Maxi Ignatius Manewus, warga Desa Maumbi Kabupaten Minahasa Utara (Minut) pertama menjadi pastor setelah ditahbiskan beberapa waktu lalu oleh Mgr Josef Suwatan MSC.

Minggu (17/4), ia pun disambut Umat Katolik Paroki Santa Ursula Watutumou dan pemerintah setempat. Hari Minggu itu menjadi hari Minggu Panggilan menurut kalender liturgi Gereja Katolik

Setelah diterima dengan adat Tonsea oleh Tokoh Adat Minut Piet Luntungan dan Hukum Tua Desa Maumbi Jemmy Kalengkongan, ia menaiki Roda Sapi yang dihiasi balon. Roda Sapi dengan joki umat stasi Fransiskus Xaverius Maumbi berjalan di belakang tarian kabasaran Desa Maumbi itu.

Di depan kantor desa itu, mereka menepukkan tanaman Tawaang ke tubuhnya sebagai tradisi adat warga setempat.

Kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman orangtuanya di tengah desa itu.

Setiba di rumahnya, Maxi Manewus diterima keluarganya lalu diberikan stola atau kasula oleh salah seorang anggota keluarganya.

Manewus kembali menumpangi rodanya lalu menuju Gedung Gereja Stasi Santo Fransiskus Xaverius Maumbi.

Umat Katolik se-Paroki Santa Ursula merayakan kehadiran imam baru ini dengan menggelar Misa Ucapan Syukur.

Sebagian besar membawa makanan dari rumah untuk disajikan dalam acara ucapan syukur itu.

"Dulu saya sebagai frater saat berada di sini, sekarang sebagai pastor. Semoga ada lagi lainnya orang Maumbi yang terpanggil menjadi imam," tutur Maxi saat berada di altar.

Ia menuturkan, selama 13 tahun ia berjuang untuk menjadi seorang imam, dan ke depannya ia tetap berserah kepada Tuhan.

"Apa yang Tuhan tentukan itulah yang harus saya jalani. Di manapun, kapanpun, dengan cara apapun sesuai yang direncanakan Tuhan," terang dia.

Sejauh ini, lanjut Maxi, berjuang menjadi seorang imam pernah suatu kendala.

"Hanya gejolak batin, apa saya mampu atau tidak," pungkas pria yang selalu memegang teguh perkataan Bunda Maria "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu".

Setelah misa, mereka kemudian beramatamah dan dihibur tarian daerah yang dimainkan WKRI dan kolintang oleh muda-mudi Katolik.

Hadir pada saat itu Farly Kotambunan, kepala biro organisasi pemerintah propinsi Sulawesi Utara (Sulut) mewakili gubernur Sulut Olly Dondokambey. Tampak pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Utara, Pendeta Johni Tilaar, dan beberapa undangan lain.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved