Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Festival Anak Easter Family Orientering Sukses

Orientering awalnya merupakan metode latihan dalam militer untuk mengenal lapangan atau memahami setiap daerah operasi dengan menggunakan peta.

Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor: David_Kusuma

TRIBUNMANADO.CO.ID - Panitia Penyelenggara Festival Anak Pandu bekerja sama dengan pemerintah setempat dan Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Pandu, sukses menggelar Easter Family Orientering yang didukung Tribun Manado dengan metode baru, Minggu (17/4).

"Kegiatan semacam ini baru pertama kali di Indonesia bahkan di dunia," beber Sekretaris Federasi Orientering Sulut (Fosu) Denny Taroreh melalui rilis, Senin (18/4).

Orientering awalnya merupakan metode latihan dalam militer untuk mengenal lapangan atau memahami setiap daerah operasi dengan menggunakan peta dan kompas.

Kini metode ini dijadikan salah satu cabang olahraga, ada yang di daerah pegunungan dan ada juga di pemukiman. "Ada yang pendekatan lintas alam ada juga yang pendekatan olahraga," beber dia.

Dalam easter orientering yang digelar mereka, peserta tim yang terdiri dari seluruh anggota keluarga mencari telur menggunakan peta yang menggambarkan lokasi dan pos-pos pengendali yang harus dikunjungi untuk mengikuti petunjuk dalam menemukan telur yang tersimpan.

Menurut urutan dalam peta, para peserta harus menyelesaikan setiap petunjuk yang ada sejak pada posisi start hingga finish, dan peserta dengan waktu tercepat menjadi pemenangnya.

Untuk anak-anak mereka dipandu dengan beberapa petunjuk antara lain lintasan tali berwarna, bendera berwarna, dan telur berwarna.

Peserta harus melalui jalur yang benar sesuai panduan warna tali, lalu mengambil telur sesuai warna yang dimintakan pada peserta.

Dengan begitu, kegiatan ini mengedukasi anak dalam mengenal warna dan melatih anak dalam mengembangkan kemampuan orientasi.

Dengan adanya kegiatan itu, Ketua Panitia Vanda Pinontoan berharap bisa meningkatkan keharmonisan keluarga. "Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun kebersamaan dan kerja sama dalam keluarga," tutur dia.

Pendeta Mouren Tumengkol menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan 250 peserta masyarakat Pandu. "Mereka ini utusan gereja-gereja inter-denominasi yang ada di Pandu," beber dia.

Festival Paskah Anak Pandu itu kemudian ditutup dengan ibadah selebrasi paskah oikumene yang dihadiri sekitar 1.000 orang. (alp)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved