Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Seminggu 6.720 Tabung Melon Masuk Bolmong

Hampir semua masyarakat Bolmong sudah menggunakan tabung melon saat memasak, walaupun awalnya mereka tidak mau .

Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
TRIBUNMANADO/VALDY SUAK
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Beberapa tahun lalu pemakaian tabung gas LPG 3 Kg diseluruh Indonesia kurang diminati. Pasalnya, ada banyak kejadian seperti kebakaran rumah, kebocoran gas pemicu terjadinya kebakaran.

Perlahan dan pasti sebagian besar masyarat khususnya di Bolaang Mongondow mulai menggunakan tabung melon untuk kebutuhan memasak didapur setiap harinya.

Ir Kartina Mokoginta MAP berkata kepada Tribun Manado Minggu (17/4) untuk pemakaian tabung melon atau gas LPG 3 Kg di Bolaang Mongondow setiap minggunya mencapai 6.720 tabung.

Lanjutnya, jika dihitung setahun ada sekitar 322.560 tabung 3 Kg masuk di Bolmong. "Hitungan ini belum termasuk ketika perayaan hari raya baik Indul Fitri, Natal, dan Tahun Baru yang akan mengalami ketambahan jumlah pasokan tabung," terang Mokoginta.

"Hampir semua masyarakat Bolmong sudah menggunakan tabung melon saat memasak, walaupun awalnya mereka tidak mau karena ada banyak kasus kebakaran akibat kebocoran tabung gas ataupun pengetahuan masyarakat kala itu belum paham cara pemakaian gas," ucap Mokoginta.

Mokoginta berkata saat ini di Bolmong hanya ada 2 agen untuk suplai tabung LPG 3 Kg, setiap 2 hari sekali disalurkan. "Saat ini stok LPG 3 Kg di Bolmong aman dan tidak terjadi kelangkaan," tuturnya.

Lanjutnya, harga LPG di agen Bolmong mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 18 ribu pertabung 3 Kg. Jika tidak mengikuti aturan harga agen yang menyalurkan LPG akan dikenakan sangsi hingga pencabutan izin.

"Harga di warung memang bervariasi tapi tidak terlalu jauh dengan harga yang dibeli di agen karena melihat jarak sehingga harga di warung atau pasar berbeda disekitaran Rp 20 ribu pertabung 3 Kg," ungkapnya.

Telma Mokodompit satu diantara warga Dumoga berkata untuk mendapatkan tabung gas tidak sulit lagi sama seperti beberapa tahun lalu. "Jika kesulitan mencari tabung gas biasanya terjadi pada hari raya besar seperti Indul Fitri dan Natal serta Tahun Baru," katanya.

"Saya berharap pemerintah terkait dapat terus mengawasi harga dilapangan serta stok gas di agen agar tidak terjadi permainan harga," harap Telma.

Ia menambahkan, awalnya takut menggunakan tabung gas, tapi karena keadaan yang semakin sulit mendapatkan minyak tanah sehingga menggunakan gas. "Saya takut memasang regulatornya karena takut terjadi ledakan karena kebocoran gas, tapi kini saya sudah tahu caranya dan tetap berhati-hati jika menghidupkan kompor gas," tandas Telma.

Amatan Tribun Manado di beberapa warung di Lolak dan agen penjualan di Kota Lolak, stok LPG 3 Kg masih aman dan banyak. Warung-warung juga ada yang jualan walaupun hanya beberapa tabung saja dengan harga yang bervariasi antara warung satu dengan yang lain dengan harga berkisar Rp 20-22 ribu pertabung gas.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved