Polisi Sita 21 Karung Pakaian Cabo
Perdagangan pakaian bekas ilegal di Kota Tomohon mulai diberantas. Dagangan yang biasa disebut cakar bongkar.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Perdagangan pakaian bekas ilegal di Kota Tomohon mulai diberantas. Dagangan yang biasa disebut cakar bongkar atau cabo itu diburu aparat Polres Tomohon. Sedikitnya 21 karung pakaian bekas ilegal itu disita oleh Polres saat operasi di Kota Tomohon, akhir pekan lalu.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Tomohon, Inspektur Dua Johny Kreysen mengatakan, perdagangan pakaian bekas ilegal sebenarnya sudah dilarang oleh pemerintah pusat. Sehingga tak ada lagi ruang bagi pedagang untuk menjajakan pakaian tersebut ke konsumen.
Dari operasi yang digelar, Polres berhasil mengamankan seorang pria berinisial RB (27), warga Lingkungan II, Kelurahan Kampung Jawa, Tomohon Selatan. "Kita sudah amankan bersama barang bukti untuk dilanjutkan ke penyidikan," ungkapnya kepada Tribun Manado, Rabu (13/4).
RB diketahui berasal dari Gorontalo kerap menjajakan pakaian bekas di Pasar Tomohon dan Sonder. Kreysen mengatakan, polisi masih menelusuri asal pakaian ilegal tersebut. Sementara diketahui pakaian masuk dari jalur laut di Kota Bitung. "Kita masih dalami, menelusuri apa ada jaringan atau sindikat penyelundupan pakaian ilegal ini," sebut dia.
Operasi memberantas pakaian bekas ilegal kata Kreysen masih dilakukan. Polisi masih memburu para penyelundup pakaian tersebut ke Tomohon. Operasi pakaian cabo tak lantas menghentikan aktivitas perdagangan. Di Pasar Beriman Kota Tomohon diakui oleh Theo Paat Direktur Perusahaan Daerah Pasar masih ada pedagang cabo yang berjualan.
"Mereka (pedagang) sudah lama berjualan pakaian bekas. Memang sudah ada pelarangan dari pusat, tapi entah dari mana mereka peroleh dagangan mereka," ungkap Paat.
PD Pasar tak bisa melarang, para pedagang di Pasar diperlakukan sama.
Meski begitu karena sudah ada pelarangan berjualan, jumlah barang yang diperdagangkan sudah menurun drastis. "Biasanya pakaian masuk dengan truk sedangkan sekarang sudah tak sebanyak dulu," katanya. *