Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kuartal Pertama 2016, Laba Perbankan Masih Stagnan

Beberapa bank besar tidak menargetkan pertumbuhan kinerja yang tinggi pada kuartal I 2016.

Editor: Fernando_Lumowa

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Beberapa bank besar tidak menargetkan pertumbuhan kinerja yang tinggi pada kuartal I 2016. Hal ini disebabkan pertumbuhan kredit hingga dua bulan pertama tahun 2016 hanya sebesar 8%, masih jauh dari prediksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama setahun penuh 2016 sebesar 12%-14%.

Salah satu bank BUMN, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyebutkan, laba kuartal I 2016 relatif stabil. "Kurang lebih laba sama dengan pencapaian tahun lalu," kata Hari Siaga, Sekretaris Perusahaan BRI, pekan lalu.

Kuartal perdana 2015, laba bersih BRI tumbuh 3,4% menjadi Rp 6,1 triliun. Dengan asumsi pertumbuhan laba kuartal I 2016 sama dengan setahun lalu, maka jumlah laba BRI di kuartal I tahun ini sekitar Rp 6,3 triliun.

BRI memperkirakan, kredit pada kuartal I-2016 tumbuh 14%-15%, lebih tinggi dari rata-rata kredit perbankan. Hari mengatakan, pertumbuhan kredit yang cukup tinggi itu didukung penyaluran sektor mikro yang naik 20%.

Untuk menjaga kualitas kredit, BRI di kuartal I 2016 memutuskan menaikkan biaya pencadangan risiko untuk menjaga non performance loan (NPL). Tahun lalu, NPL BRI bergerak di level 2,02%.

Kredit rendah
Sementara, Bank Central Asia (BCA) optimistis di kuartal I pertumbuhan kredit naik 12,8%. Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA mengatakan, secara umum permintaan kredit BCA untuk modal kerja masih rendah di kuartal pertama lalu. "Kami berharap pertumbuhan kredit pada kuartal II akan membaik," kata Jahja.

Secara tahunan kredit BCA di kuartal I 2016 masih tumbuh. Namun dibandingkan akhir tahun 2015, terjadi penurunan Rp 9 triliun. Hal ini lantaran penurunan penyaluran kredit di sektor perdagangan, distribusi, dan manufaktur. Untuk pertumbuhan kredit sektor lain masih datar.
Sedangkan kinerja Bank Negara Indonesia (BNI) diklaim membaik. "Laba sudah membaik," kata Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto.

Dia bilang, laba BNI mulai naik di awal tahun 2016, meski tidak besar. Dari isis kredit, BNI belum banyak menyalurkan kredit karena proyek infrastruktur belum sepenuhnya berjalan.
Direktur Treasuri Bank Mandiri Pahala Nugraha Mansury menuturkan, pihaknya belum menghitung perolehan laba kuartal I 2016.

Bank Mandiri memprediksi, pertumbuhan kredit sebesar 8% di kuartal I 2016 atau lebih rendah dari pertumbuhan sebesar 13% di kuartal IV-2015. "Sektor komoditas yang lambat menyebabkan sektor lain ikut turun," kata Pahala.

Berdasarkan laporan bulanan, Bank Mandiri menggaet laba bersih Rp 2,57 triliun per Februari 2016. Adapun di kuartal I 2015 lalu, Bank Mandiri membukukan laba bersih hingga Rp 5,48 triliun.(ktn)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved