Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Heboh! Dandim Makassar Kolonel Jefri Oktavian Rotti Tertangkap Basah Pesta Narkotika

"Iya betul semalam ada penggerebekan, Dandim Makassar positif gunakan narkoba saat dilakukan tes urine."

Editor: Fransiska_Noel
Dandim Makassar, Kolonel Infanteri Jefri Oktavian Rotti 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MAKASSAR - Komandan Kodim Kota Besar (Dandim Tabes) 1408/Berdiri Sendiri (BS) Makassar, Kolonel Infanteri Jefri Oktavian Rotti (48), Rabu (6/4) dini hari, tertangkap basah menikmati narkotika jenis sabu di Ruang Karaoke VIP 37, lantai 12, Hotel d'Maleo Jl Pelita Raya VIII/No 1, Rappocini Makassar.

Dandim Tabes ditangkap sedang pesta sabu dengan Kapuskodal Ops Kodam VII Wirabuana, Letkol Budi Iman Santoso, satu pengusaha dan istri, serta tiga warga sipil lainnya.

Selain Dandim Tabes, belum ada konfirmasi resmi apakah ketujuh orang lain ini juga positif menikmati narkoba.

Sebelum berangkat ke kantor, pagi dan sore harinya, perwira tiga bunga ini disebutkan, masih sempat pamitan ke istrinya, Varia Jeffri, di rumah dinasnya.

Penangkapan mantan Wakil Asisten Intelijen (WaAsintel) Kodam VII/Wirabuana ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam VII Wirabuana, Brigjen TNI Supartodi.

"Iya betul semalam ada penggerebekan, Dandim Makassar positif gunakan narkoba saat dilakukan tes urine," ujar jenderal bintang satu ini, kepada wartawan, Rabu siang.

Makodam VII/ menggelar jumpa pers khusus untuk memberi penjelasan soal kasus ini.

Jumpa pers ini dipimpin langsung Wakil Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana, Letkol Inf Vipy Amuranto.

Mereka yang digrebek kemudian digiring ke Markas Pomdam VII/Wirabuana. Setelah itu dilakukan tes urine, ketujuh orang tersebut termasuh Dandim positif menggunakan narkoba.

"Keseluruhan yang digrebek selanjutnya dibawa ke Markas Denpom dan dilakukan tes urine," tutur Vipy Amuranto.

Hingga tadi malam, kedua perwira menengah Kodam yang membawahi teritorial Pulau Sulawesi ini masih menjalankan pemeriksaan intensif di Pomdam VII/Wirabuana, Jl Jenderal Sudirman, Makassar.

Sedangkan, lima warga sipil, termasuk pengusaha dari Gowa Haji Nasri Pallangga dan istrinya, Uci, masih menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani dan dibawah pengawasan langsung perwira Direktorat Narkoba Polda Sulsel.

"Lima pelaku yang diamankan semalam di D'Maleo diambil alih Polda dan sementara dilakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada wartawan.

Markas Besar TNI di Jakarta, menyebut penangkapan oknum perwira ini mencoreng citra korps TNI, yang dalam sebulan terakhir aktif mengkampanyekan pemberantasan narkoba di jajaran satuan TNI seluruh Indonesia.

Di Jakarta, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Mabes TNI AD Brigjen Sabrar Fadhilah, menyebut Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmanto, marah besar setelah menerima kabar penangkapan ini, Rabu pagi.

"Beliau (Panglima TNI) kecewa dan marah besar. Beliau meminta proses sesuai hukuman yang berlaku." ujar Kadispen.

Pihak Mabes TNI, masih menunggu proses hukum yang berlaku, untuk menjatuihkan sanksi kepada mantan Dandim 1406 Wajo ini.

"Kalau pemecatan itu hukuman tambahan dari militer, tapi itu bisa jadi pertimbangan," kata Kapuspen.

Secara terpisah, Pangdam VII/Wrb Mayjen Agus Surya Bakti, mengisyaratkan, pejabat Dandim Tabes pertama di Makassar ini, ternyata kebiasaan sang kolonel ini sudah lama masuk pemantauan Makodam VII di Jl Urip Sumiharjo, Makassar.

"Sudah lama diselidiki, tadi malam ada laporan dari masyarakat kalau ada pesta sabu yang melibatkan Dandim dan satu Pamen di jajaran Kodam di Hotel d'Maleo. Makanya kami langsung sergap," kata jenderal asal Medan ini.

"Sesuai dengan arahan Panglima TNI kami ditugaskan untuk secara intensif menggelar operasi pemberantasan narkoba dikalangan anggota TNI, dan harus tegas jika pada proses pemerikasaan terbukti maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku di tubuh TNI," tegas Agus.

Kolonel Rotti, baru 11 bulan menduduki jabatan Dandim Tabes 1408/BS Makassar. Dia menggantikan Letkol ARH Deni Sukwara SE, Jumat (8/5) lalu.

Kedua Perwira TNI ini selajutnya ditahan dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan.

Terkait hal tersebut, Panglima Kodam VII/Wirabuana, Mayjend TNI Agus Surya Bakti, mengaku akan tegas terhadap anggotanya. Hal ini sesuai dengan arahan Panglima TNI yang komitmen memerangi narkoba.

Penangkapan Kolonel Rotti, hanya sekitar dua pekan, pasca- tes urine serentak yang di Makodim Tabes 1408/BS Makassar, di Jl lanto Dg Pasewang, Selasa (22/3/2016) lalu.

Tes urine bagi personel dan staf makodim itu digelar di Aula Sudirman, Makodim Tabes, untuk pencegahan. pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran narkoba di lingkim Kodim dan Koramil di Makassar. 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved