Penjualan Astra International Tergerus di Awal Tahun

Penjualan PT Astra Internasional Tbk (ASII) hingga Februari 2016 turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan Astra International Tergerus di Awal Tahun
NET

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penjualan PT Astra Internasional Tbk (ASII) hingga Februari 2016 turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tak cuma itu, pangsa pasar ASII awal tahun ini juga tergerus.

Total penjualan ASII, sepanjang Januari-Februari 2016 mencapai 81.082 unit. Sedangkan total penjualan mobil di Indonesia pada periode yang sama mencapai 173.262 unit. Artinya, pangsa pasar ASII mencapai 46,8%.

Bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu di mana penjualan ASII mencapai 87.258 unit. Emiten ini juga menguasai pangsa pasar 47,5% atau lebih tinggi ketimbang awal tahun ini. Turunnya penjualan ASII sejalan dengan penurunan penjualan mobil Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada periode tersebut. Penjualan otomotif tercatat turun dari 182.000 menjadi 173.262 sepanjang Januari hingga Februari tahun ini.

Gunawan Geniussaharja, Direktur Independen ASII mengatakan, kinerja ASII dipengaruhi oleh daya beli dan perekonomian domestik, serta biaya operasi. "Kuartal I, sampai dengan bulan Februari, kira-kira turun 6% dibandingkan periode tahun 2015," ujar Gunawan, Senin (4/4).

Namun dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi mencapai 5,3% pada tahun ini, diharapkan ada perbaikan kinerja di paruh kedua tahun ini. Selain itu, pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang saat ini di level 6,75% juga diharapkan mampu mengerek permintaan otomotif di dalam negeri.

"Semester kedua bisa membaik, sebab pertumbuhan ekonomi lebih baik, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) juga mendukung penjualan otomotif," imbuh Gunawan.

Seperti diketahui, kinerja PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang tahun 2015 terkoreksi di tengah beratnya tantangan bisnis yang dihadapi perseroan ini. Laba bersih ASII turun 25% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 14,46 triliun.
Sementara pendapatan grup konglomerasi ini tahun lalu mencapai Rp 184,19 triliun atau turun 9% dibandingkan tahun sebelumnya.(ktn/andy d)

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved